Dating 101 : Apa Kamu Tipe yang Cocok Untuk Dijadikan Pacar?
Author: ciscadv // Category: Kata CiscaGirlfriend / Boyfriend Material
Apa saja sih yang membuat seseorang yang tadinya potensial untuk dijadikan seorang pacar, tiba-tiba bisa nggak jadi? Tulisan ini saya buat khusus buat kamu yang lagi single dan sedang mencari pacar… *hehehe*

Berdasarkan pengalaman pribadi dan pendapat beberapa teman, ada beberapa karakteristik pria/wanita yang membuatnya tidak cocok dijadikan pacar (enaknya berteman saja, jangan dimusuhin apalagi di bully di twitter ya-red), yaitu :
1. Matre (atau tidak mandiri secara finansial)
Tidak munafik, kita semua mendambakan pasangan yang mampu menaikkan derajat sosial maupun material, namun dalam mencari orang yang tepat ini, jangan terlalu berfokus pada materi. Caranya gampang, untuk wanita, kalau kamu ketemu sama pria yg kira-kira cocok dijadikan pacar, bayangkan : ‘Apa saya bisa tetap menerimanya apabila dia sedang dalam keadaan ekonomi paling sulit sekalipun’. Kalau belum bisa ya nggak apa, berikan kesempatan padanya untuk mencari wanita yang mau menerima dia apa adanya. Lihat juga usahanya untuk mencari nafkah, karena dari situ bisa dilihat level tanggung jawab seseorang untuk (nantinya) menghidupi pasangannya.
Intinya, apabila sudah menemukan yang cocok, ingatlah ‘Diatas yang ganteng masih ada yg lebih ganteng, diatas yang tajir masih ada yg lebih tajir, diatas yang pintar masih ada yang lebih pintar…’, berhentilah pada titik dimana kamu bisa menerima kekurangannya (kalau kelebihan sih gampang ya-red), kalau kamu sudah bisa menerima kekurangannya, OK GO! Kalau belum ya jangan, hehehe…..
2. Tidak mandiri / terlalu tergantung pada pasangan atau malah terlalu independen
Terlalu manja (minta dijemput kemana-mana bagi wanita misalnya) bisa jadi faktor pemicu seseorang tidak potensial dijadikan pacar oleh pria. Hari gini sudah banyak taksi gituloh, atau ojek atau sepeda sekalian. Terlalu independen juga tidak bagus, kata teman saya, dirinya jadi merasa tidak dibutuhkan oleh si wanita.
Yang paling bagus ya tentu seimbang, ada kalanya pria suka ‘dikasi makan egonya’ , pintar-pintar memilih kapan waktu yang paling tepat untuk bersama dia, atau tidak bersama dia.
3. Tidak mampu jadi teman sharing / pendengar yang baik
Guna kita punya dua telinga dan satu mulut adalah (kata pepatah) supaya kita lebih banyak mendengar daripada bawel. Ada kalanya pasangan butuh saran kita, ada kalanya cuma ingin didengar saja. Kalau pasangan sedang curhat, jangan bilang “nah gue bilang juga apa” atau malah “ah, gue udah ngerasa atau nebak dari awal” (ini yang paling sotoy, sebab kalau tau dari awal mbok ya bilang ya? hehehe-red).
4. Tidak merawat diri dengan baik
Guys, kecuali kamu Bob Sadino maka kamu tidak berhak pakai celana pendek kemana-mana, atau kecuali kamu rock-star kondang, jangan coba-coba berdandan compang-camping ke acara formal. Kebanyakan kaum wanita suka pria yang bersih, wangi dan rapi. Bau badan bisa membuat kalian dicoret (bahkan ditip-ex skalian) dari list calon pacar.
Teman saya pernah cerita, dulu pas first date pernah disuruh menunggu pasangan wanitanya di rumah selama 2 jam (ceritanya nungguin dandan) eh pas selesai, si wanitanya tampak ‘gitu-gitu aja loh’. Nah kalau belum biasa dandan, latihan dari sekarang, dan rawat diri dengan baik, yang penting bersih dan enak dilihat. Tidak harus ‘amal gairah’ alias berbusana terbuka-buka, yang sesuai dengan kepribadianmu. Teman saya bilang agak risi pacaran sama wanita yang super tomboy karena bikin dia merasa pacaran sama sesama jenis (please deh-red), kalau kamu memang tomboy, buat level ketomboianmu di level ’sporty’ yang pas,manis, tidak kebablasan.
5. Terlalu posesif
Ini sih sudah jelas mengganggu. Dalam kitab apapun dilarang posesif apalagi kalau belum jadi pacar. Dinner sekali dua kali tidak berarti lantas seseorang berhak untuk posesif sama kita (atau menganggap kita sudah jadi pacarnya dia, gila apa?!). Segala sesuatu yang ‘terlalu’ itu akan menjadi risih. To-the-max.
6. Kurang gaul / atau malah terlalu gaul
Ditanya apa-apa nggak tahu, diajak ngobrol nggak nyambung, mau dibawa kemana hubungan ini?! Sebelum bertemu pertama kali, pastikan kamu sedikit tahu latar belakang calon pasangan agar tidak salah ngomong atau sikap depan dia. Teman saya pernah komentar tentang masalah suatu kantor dan yang diajak ngomong ternyata anak dari owner perusahaan tersebut. Jreng! Agak salting sedikit itu dia setelahnya ya boooo…
Aw aw aw… party hard seperti energizer bunny, ada kalanya kita butuh waktu untuk have fun go mad di club bersama teman2, tapi jangan sampai kebablasan (contohnya naik meja, mabuk dan lantas muter-muter di tiang, berantem sampai jambak-jambakan , cakar-cakaraan, pukul-pukulan dan lantas diusir sama satpam, trusnya muntah di parkiran-red)…..hehehe lebay ya?! Kalau kamu tidak bisa mengontrol dirimu sendiri, mau usia berapapun, kamu tidak bisa dianggap sudah cukup ‘mature’ oleh si calon pasanganmu.
7.Terkesan terlalu pintar
Pintar itu seksi, namun kadang bisa juga membuat pasangan terintimidasi, terutama untuk pria. Kadang saya suka pura-pura tidak menguasai suatu topik pembicaraan (yang saya sebetulnya paham benar) untuk memberi kesempatan pada lawan bicara saya (pria) yang hendak unjuk gigi. Memberi makan egonya seperti ini membuat pasangan merasa memegang kontrol, dan membuat dia merasa seksi. Namun pura-pura seperti ini jangan keterusan ya, sekali kali saja, jangan keseringan nanti dikiranya kita lemot, hehe……
8.Terlalu cepat ingin berkomitmen (baca : Menikah)
Baru jalan sekali dua kali dia sudah mau mengenalkanmu pada orangtuanya, saudaranya, dll dll (kalau kamu juga happy sih gapapa, tapi kebanyakan single malah mundur teratur karena hal satu ini, pfft! i know i did, many times!)
Oke, jam biologis boleh berdetak kencang, must-get-married-soon, must-have-baby-soon, ngerti banget, tapi ingat disini ada proses yang harus mengutamakan kenyamanan pasangan kita. Ingat dalam suatu hubungan, Its not always about you, Its about other people too. Jadi pikirkan apa visi dan misi calon pasangan sama dengan kita.
9. Kurang humoris
Menurut pendapat saya, pria boleh pintar, tajir, ganteng, blablabla, tapi kalau dia tidak punya sense of humor, pfffftttt!!!! sorry….. Kebanyakan pria juga berpendapat demikian, kalau si wanita tidak punya sense of humor, mereka akan mundur teratur.
Ingat, meluculah secara natural, tidak dibuat-buat sehingga jadi jayus atau maksa (ya ini lucu ke arah yang lain sih-red) lama2 orang jengah juga. Kamu bukan tukul, tidak perlu harus lucu setiap saat kok, yang sedang-sedang saja. Pria atau wanita yang bisa menertawakan dirinya sendiri itu sexy lho, Am I Right or Am I Right? (maksa-red)
Dalam membuat lelucon, di awal hubungan, usahakan jangan buat lelucon berbau seks (kesannya vulgar) dan berbau fisik (contoh menoyor kepala pasangan depan umum, ya gila aja ya-red). Jangan bertingkah bak komedi slapstick murahan. Ada batasan tipis antara sexy dan skanky, jangan over acting, yang sepantasnya saja.
10. Terlalu banyak memikirkan/membicarakan/gosipin mantan (atau orang lain)
Psssttt!!! Kalau ditanya pasangan tentang kenapa hubungan kamu dengan mantan berakhir, se-tragis dan se-ironis apapun, jawab dengan “Saya menghormati dia sebagai seseorang yang baik dan pernah hadir dalam hidup saya, namun sejalan dgn waktu ada beberapa hal yang membuat kami tidak cocok bersama lagi, namun saya akan mengenang hal2 yang baik dari dia’ terserah bahasanya mau bagaimana. Jawaban ini menunjukkan kamu dewasa dan mampu dipercaya dan tidak hobi menjelek-jelekan orang lain. Siapa suka teman yang suka bergosip? Dijadiin temen aja kita udah males, apalagi dijadiin pacar…. iya nggak?

11. Kiss and Tell (a.k.a ember)
Jadi dia curhat sama kamu, makan malam bersamamu, tapi terus kamunya ember, memposting kisahmu di social media atau sekedar ngobrol sama teman. Duh bisa ditebak siapapun akan mundur teratur.
Kenapa? Karena ini adalah tanda kalau kita tidak bisa memegang ‘trust’ atau kepercayaan yang diberikan seseorang kepada kita. Percayalah hubungan cinta yang sifatnya private, discreet antara kalian berdua saja itulah yang akan membuat suatu hubungan lebih awet. Yang menjalani hubungan ini kan nantinya kalian berdua, bukan satu timeline twitter. Jagalah privasi dan kepercayaan calon pasangan dengan baik.
12. Tidak jujur
Ini sih sudah yang ultimate banget, hubungan yang dilandasi dengan kebohongan di awal tidak akan awet dan justru akan menambah bebanmu. Kejujuran ini sifatnya macam-macam ya, mulai dari soal status (jangan masih suami orang mengaku duda) atau sampai hal yang terkecil, seperti misalnya pekerjaan (ada pula kasus dimana si pria belum jadi pacar sudah mau ngutang ke calon pasangannya, gila nggak?!) dan hal-hal lain. Mungkin kebohongan di awal akan membuat pasangan terpukau, tapi nantinya hanya akan menjadi beban. Percayalah, mencintai seseorang apa adanya itu lebih tidak ada beban daripada mencintai seseorang karena ada apanya.
Terakhir, saya mau ingatkan, orang boleh berjumpa dan boleh berpisah. Kalau kamu mengalami perpisahan (dan kebetulan perpisahanmu dilakukan dengan kurang baik), jangan sekali-kali dibawa ke ranah social media (twitter, facebook, dll) agar semua bisa melihat. Menyelesaikannya secara personal (secara langsung) berarti kamu cukup dewasa dalam menjalin suatu hubungan.
Jadi bagaimana, orang yang kamu ‘pedekate’in memiliki salah satu dari 12 karakter yang disebut diatas nggak? Ya nggak apa, ini kan hanya tulisan, prakteknya kamu juga yang menjalani. Kalau bisa kenapa tidak?:)
###
PS:
Terimakasih ya atas komen yang diberikan di tulisan saya sebelumnya. Kalian yang baca blog saya ini manis-manis dan ganteng-ganteng banget deh! Saya doakan yang menulis komen di tulisan ini juga bakalan enteng jodoh deh! Aminnn….
Foto : koleksi Jason Brooks.


























