Dating 101 : Apa Kamu Tipe yang Cocok Untuk Dijadikan Pacar?

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Girlfriend / Boyfriend Material

Apa saja sih yang membuat seseorang yang tadinya potensial untuk dijadikan seorang pacar, tiba-tiba bisa nggak jadi? Tulisan ini saya buat khusus buat kamu yang lagi single dan sedang mencari pacar… *hehehe*


Berdasarkan pengalaman pribadi dan pendapat beberapa teman, ada beberapa karakteristik pria/wanita yang membuatnya tidak cocok dijadikan pacar (enaknya berteman saja, jangan dimusuhin apalagi di bully di twitter ya-red), yaitu :


1. Matre (atau tidak mandiri secara finansial)

Tidak munafik, kita semua mendambakan pasangan yang mampu menaikkan derajat sosial maupun material, namun dalam mencari orang yang tepat ini, jangan terlalu berfokus pada materi. Caranya gampang, untuk wanita, kalau kamu ketemu sama pria yg kira-kira cocok dijadikan pacar, bayangkan : ‘Apa saya bisa tetap menerimanya apabila dia sedang dalam keadaan ekonomi paling sulit sekalipun’. Kalau belum bisa ya nggak apa, berikan kesempatan padanya untuk mencari wanita yang mau menerima dia apa adanya. Lihat juga usahanya untuk mencari nafkah, karena dari situ bisa dilihat level tanggung jawab seseorang untuk (nantinya) menghidupi pasangannya.


Intinya, apabila sudah menemukan yang cocok, ingatlah ‘Diatas yang ganteng masih ada yg lebih ganteng, diatas yang tajir masih ada yg lebih tajir, diatas yang pintar masih ada yang lebih pintar…’, berhentilah pada titik dimana kamu bisa menerima kekurangannya (kalau kelebihan sih gampang ya-red), kalau kamu sudah bisa menerima kekurangannya, OK GO! Kalau belum ya jangan, hehehe…..

2. Tidak mandiri / terlalu tergantung pada pasangan atau malah terlalu independen
Terlalu manja (minta dijemput kemana-mana bagi wanita misalnya) bisa jadi faktor pemicu  seseorang tidak potensial dijadikan pacar oleh pria. Hari gini sudah banyak taksi gituloh, atau ojek atau sepeda sekalian. Terlalu independen juga tidak bagus, kata teman saya, dirinya jadi merasa tidak dibutuhkan oleh si wanita.

Yang paling bagus ya tentu seimbang, ada kalanya pria suka ‘dikasi makan egonya’ , pintar-pintar memilih kapan waktu yang paling tepat untuk bersama dia, atau tidak bersama dia.

3. Tidak mampu jadi teman sharing / pendengar yang baik
Guna kita punya dua telinga dan satu mulut adalah (kata pepatah) supaya kita lebih banyak mendengar daripada bawel. Ada kalanya pasangan butuh saran kita, ada kalanya cuma ingin didengar saja. Kalau pasangan sedang curhat, jangan bilang “nah gue bilang juga apa” atau malah “ah, gue udah ngerasa atau nebak dari awal” (ini yang paling sotoy, sebab kalau tau dari awal mbok ya bilang ya? hehehe-red).


4. Tidak merawat diri dengan baik
Guys, kecuali kamu Bob Sadino maka kamu tidak berhak pakai celana pendek kemana-mana, atau kecuali kamu rock-star kondang, jangan coba-coba berdandan compang-camping ke acara formal. Kebanyakan kaum wanita suka pria yang bersih, wangi dan rapi. Bau badan bisa membuat kalian dicoret (bahkan ditip-ex skalian) dari list calon pacar.

Teman saya pernah cerita, dulu pas first date pernah disuruh menunggu pasangan wanitanya di rumah selama 2 jam (ceritanya nungguin dandan) eh pas selesai, si wanitanya tampak ‘gitu-gitu aja loh’. Nah kalau belum biasa dandan, latihan dari sekarang, dan rawat diri dengan baik, yang penting bersih dan enak dilihat. Tidak harus ‘amal gairah’ alias berbusana terbuka-buka, yang sesuai dengan kepribadianmu. Teman saya bilang agak risi pacaran sama wanita yang super tomboy karena bikin dia merasa pacaran sama sesama jenis (please deh-red), kalau kamu memang tomboy, buat level ketomboianmu di level ’sporty’ yang pas,manis, tidak kebablasan.



5. Terlalu posesif

Ini sih sudah jelas mengganggu. Dalam kitab apapun dilarang posesif apalagi kalau belum jadi pacar. Dinner sekali dua kali tidak berarti lantas seseorang berhak untuk posesif sama kita (atau menganggap kita sudah jadi pacarnya dia, gila apa?!). Segala sesuatu yang ‘terlalu’ itu akan menjadi risih. To-the-max.


6. Kurang gaul / atau malah terlalu gaul
Ditanya apa-apa nggak tahu, diajak ngobrol nggak nyambung, mau dibawa kemana hubungan ini?! Sebelum bertemu pertama kali, pastikan kamu sedikit tahu latar belakang calon pasangan agar tidak salah ngomong atau sikap depan dia. Teman saya pernah komentar tentang masalah suatu kantor dan yang diajak ngomong ternyata anak dari owner perusahaan tersebut. Jreng! Agak salting sedikit itu dia setelahnya ya boooo…

Aw aw aw… party hard seperti energizer bunny, ada kalanya kita butuh waktu untuk have fun go mad di club bersama teman2, tapi jangan sampai kebablasan (contohnya naik meja, mabuk dan lantas muter-muter di tiang, berantem sampai jambak-jambakan , cakar-cakaraan, pukul-pukulan dan lantas diusir sama satpam, trusnya muntah di parkiran-red)…..hehehe lebay ya?! Kalau kamu tidak bisa mengontrol dirimu sendiri, mau usia berapapun, kamu tidak bisa dianggap sudah cukup ‘mature’ oleh si calon pasanganmu.

7.Terkesan terlalu pintar
Pintar itu seksi, namun kadang bisa juga membuat pasangan terintimidasi, terutama untuk pria. Kadang saya suka pura-pura tidak menguasai suatu topik pembicaraan (yang saya sebetulnya paham benar) untuk memberi kesempatan pada lawan bicara saya (pria) yang hendak unjuk gigi. Memberi makan egonya seperti ini membuat pasangan merasa memegang kontrol, dan membuat dia merasa seksi. Namun pura-pura seperti ini jangan keterusan ya, sekali kali saja, jangan keseringan nanti dikiranya kita lemot, hehe……


8.Terlalu cepat ingin berkomitmen (baca : Menikah)
Baru jalan sekali dua kali dia sudah mau mengenalkanmu pada orangtuanya, saudaranya, dll dll (kalau kamu juga happy sih gapapa, tapi kebanyakan single malah mundur teratur karena hal satu ini, pfft! i know i did, many times!)

Oke, jam biologis boleh berdetak kencang, must-get-married-soon, must-have-baby-soon, ngerti banget, tapi ingat disini ada proses yang harus mengutamakan kenyamanan pasangan kita. Ingat dalam suatu hubungan, Its not always about you, Its about other people too. Jadi pikirkan apa visi dan misi calon pasangan sama dengan kita.

9. Kurang humoris
Menurut pendapat saya, pria boleh pintar, tajir, ganteng, blablabla, tapi kalau dia tidak punya sense of humor, pfffftttt!!!! sorry….. Kebanyakan pria juga berpendapat demikian, kalau si wanita tidak punya sense of humor, mereka akan mundur teratur.

Ingat, meluculah secara natural, tidak dibuat-buat sehingga jadi jayus atau maksa (ya ini lucu ke arah yang lain sih-red) lama2 orang jengah juga. Kamu bukan tukul, tidak perlu harus lucu setiap saat kok, yang sedang-sedang saja. Pria atau wanita yang bisa menertawakan dirinya sendiri itu sexy lho, Am I Right or Am I Right? (maksa-red)

Dalam membuat lelucon, di awal hubungan, usahakan jangan buat lelucon berbau seks (kesannya vulgar) dan berbau fisik (contoh menoyor kepala pasangan depan umum, ya gila aja ya-red). Jangan bertingkah bak komedi slapstick murahan. Ada batasan tipis antara sexy dan skanky, jangan over acting, yang sepantasnya saja.

10. Terlalu banyak memikirkan/membicarakan/gosipin mantan (atau orang lain)
Psssttt!!! Kalau ditanya pasangan tentang kenapa hubungan kamu dengan mantan berakhir, se-tragis dan se-ironis apapun, jawab dengan “Saya menghormati dia sebagai seseorang yang baik dan pernah hadir dalam hidup saya, namun sejalan dgn waktu ada beberapa hal yang membuat kami tidak cocok bersama lagi, namun saya akan mengenang hal2 yang baik dari dia’ terserah bahasanya mau bagaimana. Jawaban ini menunjukkan kamu dewasa dan mampu dipercaya dan tidak hobi menjelek-jelekan orang lain. Siapa suka teman yang suka bergosip? Dijadiin temen aja kita udah males, apalagi dijadiin pacar…. iya nggak?


11. Kiss and Tell (a.k.a ember)
Jadi dia curhat sama kamu, makan malam bersamamu, tapi terus kamunya ember, memposting kisahmu di social media atau sekedar ngobrol sama teman. Duh bisa ditebak siapapun akan mundur teratur.

Kenapa? Karena ini adalah tanda kalau kita tidak bisa memegang ‘trust’ atau kepercayaan yang diberikan seseorang kepada kita. Percayalah hubungan cinta yang sifatnya private, discreet antara kalian berdua saja itulah yang akan membuat suatu hubungan lebih awet. Yang menjalani hubungan ini kan nantinya kalian berdua, bukan satu timeline twitter. Jagalah privasi dan kepercayaan calon pasangan dengan baik.

12. Tidak jujur
Ini sih sudah yang ultimate banget, hubungan yang dilandasi dengan kebohongan di awal tidak akan awet dan justru akan menambah bebanmu. Kejujuran ini sifatnya macam-macam ya, mulai dari soal status (jangan masih suami orang mengaku duda) atau sampai hal yang terkecil, seperti misalnya pekerjaan (ada pula kasus dimana si pria belum jadi pacar sudah mau ngutang ke calon pasangannya, gila nggak?!) dan hal-hal lain. Mungkin kebohongan di awal akan membuat pasangan terpukau, tapi nantinya hanya akan menjadi beban. Percayalah, mencintai seseorang apa adanya itu lebih tidak ada beban daripada mencintai seseorang karena ada apanya.

Terakhir, saya mau ingatkan, orang boleh berjumpa dan boleh berpisah. Kalau kamu mengalami perpisahan (dan kebetulan perpisahanmu dilakukan dengan kurang baik), jangan sekali-kali dibawa ke ranah social media (twitter, facebook, dll) agar semua bisa melihat. Menyelesaikannya secara personal (secara langsung) berarti kamu cukup dewasa dalam menjalin suatu hubungan.

Jadi bagaimana, orang yang kamu ‘pedekate’in memiliki salah satu dari 12 karakter yang disebut diatas nggak? Ya nggak apa, ini kan hanya tulisan, prakteknya kamu juga yang menjalani. Kalau bisa kenapa tidak?:)

###

PS:

Terimakasih ya atas komen yang diberikan di tulisan saya sebelumnya. Kalian yang baca blog saya ini manis-manis dan ganteng-ganteng banget deh! Saya doakan yang menulis komen di tulisan ini juga bakalan enteng jodoh deh! Aminnn….

Foto : koleksi Jason Brooks.

Dating 101 – Tips Dating dengan Pria Player

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Teman, kali ini saya akan menulis tentang sesuatu yang sifatnya sedikit ‘pribadi’ karena menyangkut hati. Tulisan ini dibuat berdasarkan kisah nyata, saya dan beberapa teman saya (tidak, mereka tidak ada di twitter, hehehe….) mengenai bagaimana cara berkencan (tahap awal) dengan ‘pria player’. Saya yakin beberapa diantara mantan pacar saya pasti bilang ‘gila ini perempuan buka-buka rahasia laki-laki’ hehe….. tapi sharing is caring, so ladies…. perhatikan baik-baik tips basic berikut ini.

Sebelumnya, saya mau bilang kalau saya bukan pakar relationship lho ya, cuma saja saya sudah ‘kenyang’ sama yang namanya dating. Saya sudah pernah pacaran (baik yang resmi dan non resmi) dengan hampir semua tipe pria di muka bumi ini. Ini bukan kebanggaan, sayapun pernah ‘terjebak’ dalam keadaan ‘I got punk’d’ , tapi harus disyukuri toh kalau tidak begitu tulisan ini tidak akan lahir, iya ngga?

Perhatikan kata yang saya gunakan, saya mengatakan ‘player’, ini bedaarti dengan’playboy’. bagi saya kata ‘player’ punya level yang lebih sophisticated. Trik2nya sangat indah, sangat halus, kamu tidak sadar kamu berada dalam’permainan cinta seorang player’ sampai kamu merasakan after-taste yang pahit. Yang saya lihat dari beberapa wanita yang ‘ditinggalkan’ player-player ini adakah ‘bukan si player yang merasa kehilangan setelah hubungan mereka berakhir - tapi justru si wanitanya.’ Lucu khan, jelas-jelas wanitanya yang kebih berusaha daripada prianya. Tapi itulah misteri permainan cinta, di akhir perjalanan - hati lah yang menjadi taruhannya.

Kembali ke topik awal, berikut ‘hasil pengamatan’ saya mengenai tips dan trik mengenali tipe-tipe pria player;

1. Dia bilang ’saya kok sudah merasa cocok ya sama kamu, walaupun kita ; belum pernah ketemu / baru beberapa kali bicara lewat telepon/ baru beberapa kali jalan, kamu juga merasa hal yang sama nggak?’

Trik : dia bilang hal diatas diusia pertemuan kalian yang masih sangat dini, seperti mimpi ya. saya tidak bilang disini dia berbohong 100% sama kamu, mungkin juga dia jujur ketika dia mengatakannya. Tapi pahami bahwa inti dari kegiatan ini adalah bahwa dia ingin mengetes kamu. Apa kamu juga merasakan perasaan yang sama dengan dia, ataukah trik2 dia selama ini manjur dicobakan ke kamu. Maka ini yang dia katakan kepadamu. kedengarannya romantis ya.

Tips : ketika dia bilang begini dan kamu membalas dengan wajah malu-malu dan hati berbunga dan mengatakan bahwa kamu juga merasakan hal yang sama, saat itu juga dia tahu permainan dia berhasil. cara yang pintar adalah memberikan pandangan sedikit aneh ke dia dan bilang ‘masa sih?’ dan bilang ‘bukannya terlalu cepat ya untuk bisa berkata begitu?’

Tunjukkan padanya kalau kamu tidak percaya sama yang namanya kebetulan dan bahwa hatimu tidak mudah diraih hanya dengan kata-kata seperti ini. Bukan jual mahal, hanya sedikit ‘elegan’ dalam mengatasi hal ini. Yang paling elegan menurut saya adalah mengucapkan kata ‘terimakasih ya’ apabila ada yang mengatakan hal ini kepadamu.

2. Dia bilang ‘i love you/ saya suka kamu/ saya cinta kamu/ dan istilah2 sejenis lainnya’ terlalu cepat

Trik: ketika seseorang mengatakan hal demikian, sesungguhnya mereka ingin dibalas dengan hal yang sama. Tapi apa yang harus dilakukan kalau hal ini diucapkan terlalu cepat?

Tips: katakan ‘thank you’ apabila kamu tidak yakin. Kata hati kadang bisa salah, saya tahu kamu kepingin bilang ‘i love you too’ tapi tidak, tidak bisa secepat itu. Buat dia tahu kalau kamu juga akan mengatakannya pada saatnya nanti dan bahwa kata ‘i love you too’ yang keluar dari bibirmu itu adalah sesuatu yang sifatnya ekslusif, bukan mass production.

3. Dia kelihatan sangat berusaha untuk mendapatkanmu (atau malah tidak usaha sama sekali)

Trik: dia tiba2 muncul di kantor, membawa bunga atau hadiah, oh he swept you off your feet dan dia pintar melakukannya (karena sudah biasa), hehehe

Tips: boleh tersanjung, boleh tersipu, namun jaga hati. Kebanyakan pria melakukannya terhadap wanita yang belum dimilikinya - sampai dia benar2 memilikinya, setelah itu no more game. Ucapkan terimakasih atas usahanya, dia layak dihargai. Namun perhatikan konsistensinya - seberapa jauh dia berusaha untuk mendapatkan hatimu? Kalau kamu yakin dia sudah mengerahkan segenap usahanya, mungkin dia bukan 100% pria player.

Ingat! Keteguhan hati seorang pria dilihat dari usahanya, kalau dia tidak cukup berusaha untuk mendapatkanmu, lupakan saja. Dalam cinta harus ada usaha. Period!

4. Dia berusaha ‘membeli cintamu dengan aset yang dimilikinya’

Trik: mobilnya keren, dompetnya tebal, dia bisa membelikan kamu bulan sekalipun kalau kamu memintanya. Asik khan?

Tips : ya asik, asik kalau motif kamu bukan mencari cinta, namun kenyamanan hidup. disini triknya adalah perhatikan usaha dia dalam mendapatkan semua fasilitas tersebut. Apakah karena usaha kerja kerasnya sehingga dia bisa membeli semua itu, atau fasilitas yang didapat dari orangtua. Ladies, tidak ada yang mengalahkan keseksian seorang pria yang bekerja jujur dalam usahanya memperoleh kenyamanan hidup. Kembalikan motifmu ke awal - kamu mau cintanya apa mau cuma bisa naik mobilnya? hehehe……..

5. Dia seseorang yang mempunyai kedudukan/jabatan/apapun yang kelihatannya sangat ‘prominent’

Trik: wow dia selebritis, atau seorang public figure. Seseorang yang membuatmu bangga kalau terlihat bersamanya. Tidak mungkin dia akan melakukan hal yang membuatmu sakit hati karena latar belakangnya yang sangat ngetop itu.

Tips: oh wooowww…. kata siapa. Jabatan dll dll itu hanyalah bungkusan orang itu. untuk memahaminya kamu perlu melihat pribadinya secara utuh. Kata hati bisa dipercaya untuk hal ini. Kalau tidak percaya kata hati, kamu bisa cari info tentang dia mungkin dari teman yang kamu percayai. percayalah mungkin nantinya kamu sendiri yang akan terkejut.

Kembalikan ke dirimu. apa yang kira2 membuatnya bahagia ketika bersama dengan dirimu? apa kelebihanmu sehingga membuatnya tertarik kepadamu? kalau kamu berani, tanyakan padanya ‘kenapa kamu bisa tertarik pada saya?’ nah, awas dia bisa jadi lihai dalam menjawab pertanyaan macam ini. Dari caranya menjawab, kamu bisa tahu dia sudah terbiasa menjawab pertanyaan ini atau justru malah tidak biasa. yang tidak biasa menjawab inilah yang biasanya bukan player.

6. Apakah makan malam sama dengan pacaran?

Trik: dia ajak kamu dinner rabu malam, tapi malam minggu dia dinner dengan yang lain. Di hati kerja dia bisa menghabiskan waktu sama kamu, tidak di weekend. Selama dinner sama kamu dia sibuk perhatikan hpnya, dan gelagat2 lain yang membuatmu merasa tidak eksklusif

Tips: ladies, kalau masih dalam taraf dating saja, dia berhak untuk dinner dengan siapa saja dan kapan saja. Dia toh tidak ekslusif dengan kamu, tapi lain kalau sudah jadi pacar ya.

Beberapa wanita berpendapat kalau sudah dinner beberapa kali artinya sudah jadian. Oh tidak. Jadian is jadian dan dinner is dinner. Ada batasan yang jelas disitu.

7. Dia berusaha meminjam uangmu/ asetmu dengan menggunakan strategi wajah yang amat sangat lugu atau motif keadaan yang terdesak.

Trik: Kamu sepertinya sudah tahu dirinya luar-dalam (walau baru beberapa kali bertemu) dan sekarang dengan alasan yang sangat mendayu-dayu dia berusaha meminjam uangmu.

Tips: Katakan saja “Ya” (kalau kamu sudah gila) dan katakan “Tidak” (kalau kamu masih bisa berpikir logis). Tentu saja TIDAK! Hubungan yang dibina dari awal – jangan pernah dilandasi hutang-piutangm hubungan percintaan macam apa itu. Katakan saja kepadanya (ini masih tips baik hati ya) , “sorry saya tidak ada kalau segitu, ini ada Rp. 300 ribu, kamu boleh ambil – silakan tidak usah kamu ganti, saya ikhlas menolongmu.” (Kalau dia punya etiket, dia pasti akan menolak dan kemudian mundur teratur, kalau masih diembat juga….yah anggap saja amal. Sekian…).

8. Bagaimana kalau sudah terlanjur jatuh cinta (atau malah jatuh bangun) , dan kemudian dia ‘meninggalkanmu tanpa sebab’?

Trik: Dia biasa menelpon 7 kali sehari, bbm 20 kali sehari; siang malam. Setelah kencan pertama dia tidak pernah menghubungimu lagi. Oh no, kamu sedih sekali dan tidak tahu harus apa, kamu mencoba menghubunginya – tapi dia menghindar. Terus mau bagaimana ini?

Tips : Diamkan saja, tidak perlu membabi buta menelpon-nya (Saya tahu kamu kepingin banget tahu alasan mengapa dia begitu), tapi beberapa hal terjadi dan tidak perlu kamu ketahui alasannya.

He’s not in to you. Dan duniamu tidak berputar hanya di sekelilingnya. Move on. Cari kesibukan sendiri, kamu kan wanita cerdas dan punya banyak kesibukan lain. Waktu akan menyembuhkan sakit hatimu. Percayalah. Semakin kamu tegar dan elegan menghadapinya, semakin seksi kamu tampak dihadapan pria-pria lain. Camkan ya! *pelukerat-red*

9. Oh no, sepertinya ada wanita lain yang berusaha untuk merebutnya dari saya. Saya musti bagaimana?

Trik: Dia tampak sedang flirting dengan wanita lain. Mungkin di social media, mungkin di kampus, kantor atau event lain. Dan…Oh tidak! Sepertinya mereka akan berkencan! Wanita itu jahat nian!

Tips: OH NO! Kamu salah mengerti, tidak ada yang namanya ‘pria player direbut oleh wanita lain’, yang ada adalah ‘dia sedang berusaha memburu wanita tersebut, seperti ketika dia memburu-mu dulu’.

Kalau hal ini terjadi ketika kalian cuma dinner-dinner-an saja sih dia tidak bersalah, itu hak dia. Lain kalau kalian sudah jadian. Yang kamu harus lakukan adalah tetap tenang, bersikap seperti biasa, jangan ekstra berlebihan atau terlihat panik. Ingat! Masih banyak ikan di laut. Sibukkan dirimu dengan kegiatanmu, lama kelamaan pasti bisa mulai lupa. Kalau sudah jadi milikmu pasti akan jadi milikmu. Sementara itu, duniamu tidak hanya dia khan.

OMG! bagaimana kalau kamu menyadari kalau pria yang sedang pedekate sama kamu ini player? Ditinggal sayang - Dijalanin takut. Saran saya : tidak usah takut. Mainkan! Bring it on! Kamu kan wanita cerdas yang sudah tahu trik2nya. Setidaknya kamu sudah bisa ‘menjaga hatimu’ dengan lebih awas.

Jatuh cinta itu resikonya ada dua : bahagia atau patah hati. Bukan asal gambling - tapi lebih berani bertaruh dengan cerdas. Jadi sudah siapkah kamu berkencan dengan tipe pria player? MAINKAN!

PS : Tulisan ini masih bersambung, itu kalau kalian menyukainya. Kalau jumlah komen untuk tulisan ini melebihi 20 maka saya akan menulis tips dating lain. Kalau tidak – ya saya akan menceritakannya kepada sahabat saya, namun tidak di blog.

Saya pasrahkan kelanjutannya kepada komentar kalian…. ;)

I love all of you yang membaca posting ini.

God Bless You!

Good luck in love and life!

####

THE ART OF LIVING : Kolaborasi Koleksi Terbaru Natuzzi dan Karya Seni Rupa Seniman Berbakat Indonesia

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Salah Satu Tatanan Ruang Kolaborasi antara Natuzzi (koleksi Da Vinci) dan Karya Seni dari Darbotz (dibawah d gallerie)

Salah Satu Tatanan Ruang Kolaborasi antara Natuzzi (koleksi Da Vinci) dan Karya Seni dari Darbotz (dibawah d gallerie)

Da Vinci Indonesia mempersembahkan ajang “The ART of LIVING.” Sebuah pameran kolaborasi terbaik dari karya seni rupa dan furniture teranyar. Pameran ini berlangsung mulai 21 Juli – 22 Agustus 2011 di Da Vinci Tower – Sudirman.


Terdapat lebih dari 8 ruang pamer terbaru yang didesain dengan gaya galeri seni modern dan kontemporer, menampilkan koleksi terbaru dari sofa kulit Natuzzi dari Italia dipadu dengan karya seni rupa (sebanyak lebih dari 70 karya lukisan, fotografi dan objek 3D) dari seniman berbakat Indonesia.

Salah Satu Tatanan Ruang Bergaya Modern Kontemporer di Da Vinci Tower

Salah Satu Tatanan Ruang Bergaya Modern Kontemporer di Da Vinci Tower

Nuansa tatanan ruang berfokus pada esensi gaya desain kontemporer. Setiap keterangan yang terdapat di dekat karya seni rupa menggambarkan karakteristik desain dan inspirasi – termasuk furniture yang digunakan dalam mewujudkan kolaborasi tatanan ruang yang apik.

Beberapa Karya Seni yang hingga saat ini masih dipamerkan di Da Vinci Tower dalam ajang The Art of Living. Dari Kiri atas ke bawah : Karya Budi Adi Nugroho (You See it You Dont), Meizan Nataadiningrat (Sell Them), Lukisan karya Herde (Raden Saleh Fast Major Naiveness #2), Lukisan dari Darbotz (I clean your god-damn wall), 2 buah lukisan dari Darbotz dan 3D Object dari Budi Adi Nugroho (Not for Sale).

Beberapa Karya Seni yang hingga saat ini masih dipamerkan di Da Vinci Tower dalam ajang The Art of Living. Dari Kiri atas ke bawah : Karya Budi Adi Nugroho (You See it You Dont), Meizan Nataadiningrat (Sell Them), Lukisan karya Herde (Raden Saleh Fast Major Naiveness #2), Lukisan dari Darbotz (I clean your god-damn wall), 2 buah lukisan dari Darbotz dan 3D Object dari Budi Adi Nugroho (Not for Sale).

Beberapa perupa berbakat Indonesia yang karyanya turut dipamerkan dalam ajang ini diantaranya adalah Akiq AW, Budi Adi Nugroho, Darbotz, Erianto, Faisal Habibi, Graziela Sara Renjani Dewi, Guntur Timur, Harry Cahaya, Herde, Irman Rachman, Karisma Prawira, Manuel, Meizan Nataadiningrat, Octora, Saraswati Hamid, Syahrial Pahlevi, Theo Frids, Tomi Pandrong, Wahyu Gunawan, Wastu Widyawan, Wedhar Rijadi, Willy Himawan dan Wimo Ambala Bayang.

Karya Seni Seniman Muda yang Dipamerkan dalam ajang The Art of Living

Karya Seni 3D Objects dari Meizan Nataadiningrat (Drop the point : Etalase) dan Lukisan dari Erianto (Kembali Lagi)

D Gallerie didapuk sebagai partner utama Da Vinci dalam ajang ini. “Karya seni dapat menjadi benda apa saja yang anda inginkan dalam sebuah ruang. Adanya karya seni dapat membuat ruangan tersebut lebih mempunyai jiwa, ruang lebih terlihat hidup dan lantas membentuk harmoni yang selaras,” ujar Esti Nurjadin, pemilik dari D Gallerie. Esti membuktikan bahwa tidak ada batasan atau aturan yang baku dalam memajang sebuah karya seni di dalam sebuah ruang. Selain Esti, Da Vinci juga berkolaborasi dengan Janto Wihardja, seorang pecinta seni yang sering berkecimpung dalam dunia interior dan desain – yang juga merupakan Deputy Editor dari majalah Elle Decoration Indonesia. “Seni membebaskan cakrawala intelektualitas kita ke tingkat berikutnya. Kita tidak saja mampu berkontemplasi dan berdialog mengenai seni, namun juga dapat meningkatkan kualitas hidup kita,” pendapat Janto Wihardja ketika ditanya mengenai ihwal kecintaannya terhadap paduan seni dan ruang.

Para Penggagas Ajang Pameran The Art of Living

Para Penggagas Ajang Pameran The Art of Living

Dalam ajang ini, Da Vinci akan mempersembahkan sebuah karya seni rupa dari seniman grafitti / street artist – Darbotz – yang didedikasikan khusus untuk Natuzzi. Karya yang diberi judul “Electric Relaxation” ini terpajang dengan kontras di lobby Da Vinci Showroom yang notabene kental dengan gaya klasik. Karya-karya seni rupa yang ditampilkan lazim dikatakan sebagai gaya seni kontemporer atau ‘Postmodern Art’.

Karya seni fotografi dari Akiq AW (Order 03. ed.1) yang dipamerkan hingga saat ini di Da Vinci Tower lobby.

Karya seni fotografi dari Akiq AW (Order 03. ed.1) yang dipamerkan hingga saat ini di Da Vinci Tower lobby.

Para seniman Indonesia mampu menunjukkan bahwa mereka pun mampu dalam menghasilkan karya seni demikian , yang apabila hasilnya dibandingkan dengan kualitas seniman mancanegara, masih memiliki keunggulan yang tak kalah unik.

Lukisan Karya Darbotz "Dont Mess With Me" yang Dipamerkan di Da Vinci Tower

Lukisan Karya Darbotz "Dont Mess With Me" yang Dipamerkan di Da Vinci Tower

Jovita Muliani, General Manager – Da Vinci Indonesia mengatakan, “Kedelapan ruang pamer di lobby menampilkan kreasi desain terbaru dari Natuzzi dengan konsep galeri seni yang unik. Ini adalah bentuk apresiasi Da Vinci terhadap perkembangan seni rupa di Indonesia, khususnya untuk mendukung karya seniman berkembang di tanah air. Kami berharap melalui ajang ini, masyarakat dapat terinspirasi untuk lebih mencintai seni dan desain – maka itu kami menghadirkan hanya kolaborasi yang terbaik.” Hal inilah yang lantas mendasari alasan mengapa pameran ini digelar sebulan penuh di Da Vinci Tower dan terbuka untuk umum.

Beberapa karya seni dari Indonesia's Emerging Artists. Dari atas ke bawah : 3D Objects dari Wedhar Rijadi (Skull Series), Lukisan dari Erianto (Kembali lagi #1), 3D object dari Octora (White Tuxemor) dan 3D Object dari Manuel (Chik-Chuk)

Beberapa karya seni dari Indonesia's Emerging Artists. Dari atas ke bawah : 3D Objects dari Wedhar Rijadi (Skull Series), Lukisan dari Erianto (Kembali lagi #1), 3D object dari Octora (White Tuxemor) dan 3D Object dari Manuel (Chik-Chuk)

Seni telah menjadi nafas dalam keseluruhan citra ajang ini. Ajang ini juga layak dikatakan sebagai pelopor di industrinya, sebagai satu cara untuk meningkatkan seni tata ruang ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih bercita-rasa.

Natuzzi Sound. Paduan kenyamanan dari armchair dan teknologi. Armchair ini dilengkapi dengan speaker di bagian sisi kepala. Turut dipamerkan dalam ajang The Art of Living.

Natuzzi Sound. Paduan kenyamanan dari armchair dan teknologi. Armchair ini dilengkapi dengan speaker di bagian sisi kepala. Turut dipamerkan dalam ajang The Art of Living.

Konsep terbaru Natuzzi gallery ini adalah pertemuan antara segala aspek antusiasme desain, yang melebur menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan. Menampilkan koleksi terbaru Natuzzi 2011, seperti Etoile, Cambre dan Metaphora, memberikan inspirasi gaya ruang yang kontemporer, informal, namun elegan dan berkelas.

Para tamu Opening Night The Art of Living antusias mencoba beberapa koleksi sofa Natuzzi.

Para tamu Opening Night The Art of Living antusias mencoba beberapa koleksi sofa Natuzzi.

Tiap-tiap ruang dilengkapi dengan aseksori penunjang seperti kaca, keramik dan aksesoris yang terbuat dari metal keluaran terbaru merek ini.

Para Tamu di Acara The Art of Living

Para Tamu di Acara The Art of Living

”Kami merasakan antusiasme masyarakat Indonesia yang tinggi terhadap cita rasa, gaya dan kualitas sejalan dengan esensi brand Natuzzi, ” ujar Valeria Maria Lanzilotta – Chairman dari Natuzzi Group. ”Kami yakin bahwa upaya kami di bidang riset dan inovasi dihargai dengan sepenuhnya di Indonesia. Strategi kami juga termasuk menguatkan brand image Natuzzi di Indonesia. Konsep galeri di Da Vinci Tower akan menjadi tolok ukur bagi beberapa showroom Natuzzi di dunia, konsep unik yang memadukan elemen-elemen penting dalam sebuah ruang keluarga. Paduan seni dan interior yang sempurna.”

Karya fotografi dari Wimo Ambala Bayang - Unstable Horizon. Terdapat 7 koleksi yang hingga saat ini masih dipamerkan di Da Vinci Tower lobby.

Karya fotografi dari Wimo Ambala Bayang - Unstable Horizon. Terdapat 7 koleksi yang hingga saat ini masih dipamerkan di Da Vinci Tower lobby.

Sebagai suguhan acara malam itu, Da Vinci mempersembahkan sebuah penampilan tari dan musik dari The Jakarta Philharmonic Orchestra , yang digawangi oleh maestro tari kontemporer Frank Rorimpandey dan Music Director Yudi Hinupurwadi.

Persembahan tarian modern kontemporer dari The Jakarta Philharmonic Orchestra

Persembahan tarian modern kontemporer dari The Jakarta Philharmonic Orchestra

Tidak berhenti disitu saja, Da Vinci juga menyelenggarakan acara lelang seni private yang terinspirasi dengan cinta dan dedikasi pada seni. “Sebuah brand yang bertanggungjawab tidak dapat mengabaikan aspek corporate social responsibility, “ ujar Jovita Muliani , “Hal ini merupakan suatu hal yang dipegang teguh oleh perusahaan kami. “ Da Vinci telah menjadi agen tunggal distribusi berbagai merek ternama asal Eropa dan Amerika sejak lama. Dimana tiap-tiap produknya dibuat dengan cita rasa seni tinggi, waktu pengerjaan yang lama dan lantas menjadi warisan dari satu generasi ke generasi lainnya – seperti proses penciptaan sebuah karya seni rupa.

Peresmian pembukaan pameran ditandai dengan pembukaan selubung karya grafitti dari Darbotz "Electric Relaxation" oleh perwakilan dari Da Vinci Indonesia, d gallerie, Natuzzi Group dan ELLE Decoration Indonesia

Peresmian pembukaan pameran ditandai dengan pembukaan selubung karya grafitti dari Darbotz "Electric Relaxation" oleh perwakilan dari Da Vinci Indonesia, d gallerie, Natuzzi Group dan ELLE Decoration Indonesia

Ini juga yang menjadi dasar mengapa Da Vinci mengadakan ‘silent auction’ untuk karya seni Darbotz yang didedikasikan untuk Natuzzi malam itu. Seluruh hasil akan didonasikan kepada seniman penciptanya dan Yayasan Bina Musika Philharmonic, sebuah yayasan yang khusus memberi bantuan kepada anak-anak bangsa yang berbakat di bidang seni, khususnya seni musik. Melalui hal ini diharapkan para generasi muda kita dapat menjadi sebuah pribadi yang unggul dalam mengkontribusikan peranannya dalam masyarakat kelak.

Editor in Chief Esquire Indonesia, Dwi Sutarjantono tampak antusias menyaksikan video pembuatan karya graffitti Darbotz yang kini telah rampung dan dipamerkan di lobby Da Vinci Tower.

Editor in Chief Esquire Indonesia, Dwi Sutarjantono tampak antusias menyaksikan video pembuatan karya graffitti Darbotz yang kini telah rampung dan dipamerkan di lobby Da Vinci Tower.


Karya Seni Darbotz (Electric Relaxation) yang dipersembahkan khusus untuk ajang The Art of Living dan akan diikutsertakan dalam Silent Auction untuk amal kepada Yayasan Bina Musika Philharmonic

Karya Seni Darbotz (Electric Relaxation) yang dipersembahkan khusus untuk ajang The Art of Living dan akan diikutsertakan dalam Silent Auction untuk amal kepada Yayasan Bina Musika Philharmonic

Para tamu dan management Da Vinci Indonesia di depan backdrop foto The Art of Living

Para tamu dan management Da Vinci Indonesia di depan backdrop foto The Art of Living

Para tamu yang menghadiri Opening Night "The Art of Living"

Para tamu yang menghadiri Opening Night "The Art of Living"

Billboard The Art of Living di depan gedung Da Vinci Tower - Sudirman

Billboard The Art of Living di depan gedung Da Vinci Tower - Sudirman

####

GADGETGENIC

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

gambar didapat dari berbagai sumber, tapi ya diolah sendiri (ya iyalah-red)

“Gila loe makin keren aja setelah pake hape baru itu Jek,” ujar seorang ABG pada temannya – pembicaraan ini saya kutip suatu malam di coffee shop sebuah mall. Ya, gadget sepertinya menjadi the second skin bagi siapapun masa kini. Teman saya berkata, kalau anaknya yang masih duduk di bangku SD punya teman yang sudah pakai Blackberry Torch. Dan masih kelas 6 SD. Kalau fungsinya semata buat telpon minta jemput saja sih kayaknya berlebihan ya.

Gadgetmu = Status Sosialmu

Semakin mahal, semakin baru, semakin canggih, semakin sophisticated gadgetmu, menunjukkan semakin tinggi pula ‘kelas sosialmu’. At least diantara mereka yang mengerti gadget itu. Ada yang setuju ada yang tidak dengan ungkapan ini. Ya biarin saja, toh urusan gaya asal mampu mengapa tidak, hehe…… Beberapa orang rela membeli handphone bertatahkan berlian atau berlapis emas. Jaman dulu saya pun ikut-ikutan membeli casing blackberry bold dengan swarovski dan ukiran 3 Dimensi. Hanya karena banyak seleb yang juga pakai, hehehe….. Itu naluri ilmiah manusia lah, kepingin tampil beda itu lebih baik daripada kepingin tampil standar.

Saya paling kagum sama yang benar-benar membeli gadgetnya karena kebutuhan. Kebutuhan terima email kapan saja dimana saja, kebutuhan bikin tulisan (mungkin ini gadget juga dibawa mandi ya-red), karena memang ini tingkatan pembelian gadget yang paling bener menurut saya (ya nggak mungkin juga beli gadget karena kebutuhan spiritual, bukan? Hahaha…)

Yang paling heran adalah, ketika saya bertanya pada salah seorang celeb ternama, kenapa pakai gadget tersebut. Beliau bilang “Yah saya memang pakai ini karena diminta sama perusahaannya (dengan bangga-red). Tapi emang barangnya bagus kok – suwer deh! Tapi kalau disuruh beli ya nanti dulu kali ya.” Jujur saya langsung drop mendengarnya. Mbok ya, kalau tau dikasi gratis ya jangan bangga-bangga amat, terus ngga usah bilang kalau dikasih gituloh – bilang aja emang barangnya bagus (kalau ketauan kan orang bilang “Ya iyalah loe bilang bagus – orang loe dikasi gratisan)…. Sebagai calon customer kan saya jadi ragu. Iya ngga?

Gadgetgenic

Ini ungkapan yang saya buat untuk mereka yang sekejap tampak sangat seksi karena gadget yang dipegangnya. Sebelumnya saya sempat membuat istilah ‘Cargenic’ untuk pria yang tampak lebih tampan dibalik kaca V-Kool mobilnya.

Seorang sahabat saya rela membeli iPad2 di Amerika (dan katanya dengan menggunakan undangan pribadi lho…suit suittt) dengan harga yang ‘tidak biasa’. Seketika saya melihatnya, seketika dia kok jadi jauh lebih tampan dari biasanya. Satu yang membuatnya tampak seksi adalah : karena dia pintar dan karena dia mampu. Itulah paduan sempurna bagi seseorang yang memiliki aspek ‘Gadgetgenic’ tadi.

I have never adjusted my life to technology

Saya tidak pernah menyesuaikan gaya hidup saya dengan teknologi. Saya memang agak kuno dan gaptek. Dulu saya membeli blackberry karena hp nokia saya tercebur mangkok bakso. Saya baru menyadari betapa saya ketinggalan jaman ketika saya ikut dalam beberapa rombongan bloggers terpilih pergi meninjau Museum Marketing di Ubud. Saya adalah satu-satunya yang tidak punya tablet (semacam iPad atau semacamnya), dan berapa jumlah handphone yang saya punya? Cuma satu. Ya, sampai sekarang pun Hp saya cuma satu, itupun sering ‘hang’. Saya mungkin satu-satunya yang tidak pernah ‘sakaw’ wi-fi (harus cari wifi dimana-mana), enaknya memang hidup terasa lebih bebas. Nggak enaknya adalah tentu mati gaya dan kalau ada apa-apa dengan kita – yang tahu apa yang terjadi ya cuma kita dan Tuhan. Gitu aja.

Tujuh Kali Tujuh Sama Dengan Empat Sembilan, Setuju Gak Setuju Yang Penting Penampilan

Saya beli iPad2; yes – finally! jujur karena kemakan iklan. Semua orang pakai, maka saya pikir saya juga mau pakai. Gak boleh mati gaya dong. Banyak yang bilang : Kenapa nggak tunggu nanti? Ada Ipad3 lho sebentar lagi. Saya cuma bilang : Duh, udah keburu kepingin, jangan kayak orang susah deh. (Memang ini ungkapan rada belagu, namun jujur deh, kalau mau ditungguin, mau sampai kapan? Teknologi berkembang cepat sekali, baru keluar edisi 1, keluar edisi 2, terus 3, 4 , 5…..plis deh biarkan saya enjoy dengan yang saya punya dulu, ini aja belinya masih nyicil kok!).

Jadi bagaimana penampilan blog saya setelah saya pakai iPad sekarang? Biasa aja sih. Nggak beda-beda amat. At least sekarang teman-teman saya melihat saya agak sedikit update. Yang mereka nggak tahu – saya cuma menggunakan iPad saya buat main Instagram dan terima email. Kenapa? Karena saya tidak tahu cara menggunakan push-email dari BB Torch saya. Telkomsel juga tidak mau membantu masalah ini – sudah setahun. Teknologi dan Gadget memang bisa membuat kita jadi makin keren. Tapi pada akhirnya, semua berpulang kembali ke diri masing-masing. Sudah bisa maksimalisasikannya belum? Hahahaha………..

#####

PS : Sampai dengan tulisan ini diterbitkan, saya masih belum bisa menggunakan fitur-fitur dalam iPad saya. Mungkin sebentar lagi akan dijadikan talenan atau baki minuman saja. Sekian.