Dating 101 : Bila Perpisahan Tidak Bisa Terjadi Baik-baik…
Author: ciscadv // Category: Kata CiscaTopik ini sensitif, tapi ya topik apa sih di blog ini yang nggak?! Perpisahan harusnya menjadi proses pembelajaran diri yang menyenangkan. Namun apa yang harus dilakukan apabila proses perpisahan tidak dapat terjadi secara baik-baik? #jleb #eaaa

When will you let go?
Berikut adalah jenis-jenis cara berpisah yang paling payah dan paling ajaib yang saya himpun berdasarkan kisah nyata (pakai nama samaran tentunya yaaa…., saya kan masih kepingin selamet setelah tulisan ini terbit, hehehehe…..)
1. Gaya Perpisahan : menyiksa diri atau merusak kredibiltas diri sendiri
Ketika Andrea berpisah dengan Ronny, Andrea mengecat rambut menjadi pirang, makan tidak diatur dan jadi tambah gemuk, jerawatan, hobi party tiap hari dan mulai mengkonsumsi obat terlarang (ya minum obat batuk 2 botol supaya bisa cepet tidur kan bisa termasuk terlarang juga kan?-red). Semua demi mendapatkan Ronny kembali dan agar Ronny dapat pesan bahwa : aku tidak bisa hidup tanpamu. #eaaa
Kata Cisca : Andrea silly. Mustinya yang dia lakukan adalah merawat diri supaya tambah cantik, kulit mulus, rajin olahraga supaya tambah langsing dan bersosialisasi di tempat yang prominent. Kalau perlu, cari tahu siapa musuh bebuyutan atau saingan bisnis Ronny, nah pacarin deh, supaya Ronny sadar apa yang telah dia lewatkan, hehe…. (joking, eh tapi terserah sih kalau mau diseriusin-red).
2. Gaya Perpisahan : cuek dan seakan tidak peduli lagi
Kartika dan Andra telah menikah selama beberapa bulan. Selama pernikahan, Kartika tidak pernah dinafkahi oleh Andra dan bahkan kartika menerima beberapa kekerasan fisik dan batin yang dilakukan sang suami. Ketika Kartika memutuskan untuk berpisah dari Andra, Andra tidak berusaha untuk menahan Kartika, tidak sepatah katapun keluar dari Andra untuk meminta maaf ke Kartika ataupun orangtuanya.
Kata Cisca: Keputusan Kartika untuk meninggalkan Andra sudah tepat. Andra bukannya tidak mencintainya, namun terkadang ego laki-laki mengalahkan kebisaannya untuk meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan buruk itu lagi. Saya yakin aksi diam Andra adalah karena dia sadar sepenuhnya bahwa dia salah dan malu oleh karena perbuatannya itu. Mau dilihat dengan alasan apapun, bentuk pemukulan (perlakuan kekerasan fisik) terhadap istri itu sudah pasti salah. Yang harus mereka lakukan adalah berpisah dan mencari pasangan baru dengan level intelektualitas dan ekonomi yang sepadan.
3. Gaya Perpisahan : ancaman pencemaran nama baik
Ketika Citra dan Bagas berpisah, Bagas yang dendam setengah mati mengancam “Nanti saya sebar foto kita berdua!” Bagas melakukan ini supaya mungkin Citra meminta maaf atau supaya Citra kembali mau berkomunikasi dengannya. Namun yang dia lakukan hanya akan membuat Citra merasa jijay to-the-max kepadanya.
Kata Cisca: Keputusan Citra untuk jijay terhadap perlakuan Bagas adalah tepat. Seseorang yang mengancam dengan tujuan pencemaran nama baik biasanya : tidak dapat dipercaya (tidak bisa memegang teguh privacy dari suatu hubungan, biasanya juga tidak bisa menyimpan rahasia alias ember-red) dan juga menunjukkan kelemahan intelektualitas pelakunya (bukannya dengan menyebar hal-hal yang bersifat pribadi, hal tersebut justru akan mempermalukan dirinya sendiri?).
Dan dalam beberapa kasus, ancaman seperti ini dilakukan karena terdesak oleh faktor ekonomi (alias ‘butuh duit’ makanya ngancem-red). Untunglah selama berteman dengan Bagas, foto-foto yang dimiliki mereka cuma foto rame-rame makan di restoran, jadi kalaupun itu disebar yang ada malah jadi tambah eksis, iya nggak sih?! Dan pastinya akan membuat si Bagas terlihat tolol sendirian.
Saya pernah ketemu kasus yang sifatnya sama, namun foto yang diancam disebarkan adalah foto telanjang (kebetulan si pacar adalah fotografer), nah tindakan ini bisa diperkarakan sesuai hukum. Kembali lagi ke si pelaku (siapatahu kamu pernah berniat melakukan ini ke mantan pacarmu yaaaa….-red), siapkah untuk juga merusak nama sendiri dengan menjadi pelaku? Status penyebar adalah tersangka lho, jadi bukannya hanya akan merugikan diri sendiri?

Can't let go……
4. Gaya Perpisahan : ancaman bunuh diri atau menyakiti diri
Mario tidak bisa terima ketika Dini memutuskan hubungan cinta mereka. Mario mengancam akan melarikan mobilnya di jalan tol Cipularang untuk akhirnya menghilangkan nyawanya, sebelumnya tapi sempat bbm Dini dulu (supaya Dini aware akan aksi yang akan dilakukan Mario ini), dengan tujuan supaya Dini mau kembali ke pelukan Mario (yah,…kepingin dilarang-larang bak sinetron gitulah-red). Ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya Mario mengancam akan mengiris urat nadinya kalau Dini masih keukeuh mau memutuskan hubungan cinta mereka dan sebelumnya masih ada beberapa ancaman ‘action’ lainnya.
Kata Cisca: Tindakan Mario sebetulnya lebih kepada ingin mendapatkan perhatian, biasanya karena si pelaku kekurangan perhatian dari keluarga atau orang yang dia sayangi. Saya pernah membaca (tapi lupa dimana ya-red) bahwa hanya 4% dari pelaku yang mengancam mau bunuh diri terhadap pacarnya – benar-benar melakukannya, kebanyakan dari mereka sih melanjutkan hidupnya dan masih hidup aja sampe sekarang. Kan masih banyak ikan di lautan?!
Kalau saya jadi Dini, saya tidak akan merasa perlu bertanggung jawab atas ancaman Mario, saya akan merekam (atau menyimpan semua bukti ancaman tersebut) dan membicarakannya dengan orangtua Mario (atau orang yang dia segani, dengan tujuan agar dia belajar….well actually sih dengan tujuan agar dia malu, hehehe…) dan apabila ancaman terulang kembali, saya tidak akan segan memanggil polisi. Kalau mau dianggap serius, biar polisi yang menangani. Oh dan saya juga akan menyarankan supaya si Mario ini liburan dulu (lebih bagus lagi sih konsultasi ke psikolog-red) atau yang paling gampangnya adalah : dibawa tidur saja, siapatahu besok pagi suasana hati sudah berubah (halaaah…..).
Bukankah ‘dicintai karena dikasihani’ adalah suatu hal yang sangat menyedihkan? Bukankah lebih baik kalau Mario menemukan orang lain yang bisa mencintai dia apa adanya dan bahwa Dini juga berhak bersama yang lebih baik daripada Mario? Kenapa kadang orang harus memaksakan egonya agar bisa menjadi pribadi yang dicintai karena kasihan? Sedih amat…. Yah jadi ikutan galau deh yang baca tulisan ini…. #eaaaa
5. Gaya Perpisahan : berkicau di media sosial (twitter, facebook, you name it…..)
Ketika Rima memutuskan untuk tidak lagi menjumpai Bimo (catat! Belum pacaran baru berteman dekat saja lho ini-red), Bimo yang tidak terima lantas menuangkan amarahnya di jejaring sosial (karena dia cuma tahu dua, yaitu twitter dan facebook, maka lantas penuhlah timeline dan update status dengan ‘kemarahan’ Bimo tadi). Bimo update status yang menyindir-nyindir Rima dan kemudian meminta bala-bantuan untuk menyebarkan pesan tadi.
Kesedihan, kekecewaan dan ke-sok-bijak-an tampak jelas dalam setiap update status Bimo (secara si Bimo ini selebritwit ya, jadi yang me-ritwit status dia banyak, entah karena merasa bestfriend atau merasa senasib-sepenanggungan, orkes sakit hati, hehe…). Seakan dia adalah korban yang mengalami kezaliman yang paling dahsyat dari seseorang yang bernama Rima.
Kata Cisca : If you had a problem, face it, do not facebook it! Perlakuan Bimo mencurahkan amarah terhadap Rima di jejaring sosial membuat jelas karakternya sebagai (duh) pengecut yang tidak berani menghadapi masalah dan juga pendendam. Saya rasanya pingin bilang sama Bimo, hey…sudahlah! Get over it! Semakin lama Bimo hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Nah untuk si Rima, yang paling bagus adalah untuk mendiamkan si Bimo. Mendiamkan dalam arti, jangan pedulikan apapun yang ditulis Bimo di jejaring sosial itu, mau segila apapun. Kalau di dalam twitter istilahnya ‘di-mute forever’ haha…..
Semakin kita cuek terhadap hal-hal bodoh yang dilakukan seseorang seperti Bimo ini di jejaring sosial, semakin meradang mereka. Orang-orang seperti ini sulit sekali bahagia kalau melihat orang lain bahagia. Oleh karena itu, menjadi bahagia adalah pembalasan termanis dan paling elegan yang bisa dilakukan.

Off to a good start
Saya tidak kepingin sok jadi penasihat cinta mereka yang mau putus apalagi yang putusnya agak-agak mengenaskan gitu. Maksud saya nulis posting ini adalah agar kita semua bisa bercermin (apalagi kalau salah satu kisah diatas pernah kejadian sama kamu atau temanmu, atau justru kamu sendiri pelakunya! ehm! Look how silly you are now huh?!-red), jadi kita bisa belajar kalau perpisahan itu mustinya baik-baik, apalagi kalau ketemunya dulu baik-baik.
Sayapun ketika membaca ulang tulisan ini, jadi ketawa getir sendiri. Salah satu dari kejadian diatas pernah saya alami. Satu yang menolong saya melewatinya adalah : sikap cuek. Masih banyak ikan di laut, jangan sedih! Hehehe…… ![]()
Sometimes you have to close one door to allow another one to open elsewhere. Good luck in love and life! Cheers!
####
Koleksi foto : explodingdog.com



September 23rd, 2011 at 5:05 PM
*merasa* sebagai wakil dari Laki-Laki, ada benarnya juga mbak, laki-laki kadang egois dalam meminta maaf (saia pernah mengalaminya), namun untuk menghadai masalah seperti halnya perpisahan, saia menghadapinya dengan sikap cuek juga, walau dijelek-jelekin sana-sini toh saia kalo makan gak minta yang ngejelek-jelekin, jadinya cuek is the best lah… hahaha
[Reply]
ciscadv Reply:
September 23rd, 2011 at 10:29 PM
iya Mas, cuek is the best, setuju…..heheheheh thanks ya udah komen pertama!
[Reply]
September 23rd, 2011 at 6:03 PM
waw seru juga ya.. bisa dibikin sinetron tuh….
tapi aku pernah liat ce yang cinta mati sama pacarnya. nah ketika mau diputusin si cewek langsung pingsan *beneran
akhirnya menikahlah mereka, sekarang punya anak
[Reply]
ciscadv Reply:
September 23rd, 2011 at 10:30 PM
Aih sesuatu ya, mungkin mereka butuh drama aja to spice up their love life, heheheheheh……(kasi ide juga nih, hehehe…)
[Reply]
fanabis Reply:
September 24th, 2011 at 11:52 PM
seriusss, dia pingsan beneran,,,,
dan ini true setori
[Reply]
September 23rd, 2011 at 6:28 PM
hehehe..kl diliat tulisan diatas,gk da benernya sicwok,ksih cntoh cwek npa,hehehe lg,
tp memang bner semua kok,q pernah mengalami slah 1nya dan q menyesal skarang,.alias kelakuan konyol.
[Reply]
ciscadv Reply:
September 23rd, 2011 at 10:31 PM
hmmmm kamu pernah melakukan salah satu diantara hal diatas….ckckckc, nakalnyaaaahhhhh , hehehehe…… ;p
[Reply]
September 23rd, 2011 at 9:04 PM
yup, sangat nyata contoh2 diatas bu.
nice share, keep posting ya!!
[Reply]
ciscadv Reply:
September 23rd, 2011 at 10:32 PM
thanks dearrrrr…..:)
[Reply]
September 24th, 2011 at 12:04 AM
hm, sesuai dg tagline
[Reply]
ciscadv Reply:
September 27th, 2011 at 3:26 PM
Thanks ya Matahari….
[Reply]
September 24th, 2011 at 12:26 AM
tulisan yang bagus sebagai pembelajaran dalam kehidupan namun yang terpenting adalah kedua pihak antara si cowok dan si cewek saling intropeksi diri sebab suatu perbedaan pendapat itu datangnya dari dua pihak, jika kedua pihak mau saling mengerti dan saling menghargai serta dalam menyelesaikan suatu problematika harus dengan dengan kepala dingin ( jangan emosional ) maka perpisahan itu bisa batal atas nama cinta.
saran : tulisan diatas terlalu memojokan seorang cowok yang kelihatannya egois kalau bisa contohin juga jika yang egois itu adalah si cewek ( hehehehe maklum penulis nya cewek sie makanya cowok jadi sasaran nya ).
wasalam
http://balienergytherapy.blogdetik.com
[Reply]
ciscadv Reply:
September 27th, 2011 at 3:26 PM
Nggaaakkkk hahahhaa aku fair kok.
Thanks ya udah mampir
[Reply]
September 24th, 2011 at 1:19 AM
good thinking.. i like your writing style…
[Reply]
September 24th, 2011 at 6:55 AM
Met kenal sisca, hmm cinta itu sistemik, kalo kata pemerintah2 kita. Kita juga ngga mau terus dicintai karena kelebihan kita yg pasti ada waktunya akan hilang. Kita juga ngga bisa dicintai tanpa rasa kasihan disaat kita butuh dukungan saat kita jatuh. CINTA itu PERCAYA, ngga banyak orang yg bisa menimbulkan rasa percaya cisca tapi byk org bisa menimbulkan rasa senang. Orang bisa dengan mudah dapatkan pasangan ganteng or cantik dengan keluar masuk tempat hang out, tapi orang ngg akan pernah mudah dapatin orang yang ikhlas, dan cuex itu bukan sikap yg terlalu benar. Karena manusia itu membangun dengan rasa empati. Ketika orang terbiasa cuex maka hatinya akan teracuni jadi egois. Aib dan cerita pahit memang harus ditutup rapat itu benar sekali. Cinta adalah sesuatu yang sangat mahal sekarang dan Nafsu adalah sesuatu yang sangat murah, beda tipis kalo dalam emosi antar 2 manusia, but that`s it. Anyway just sharing. Good posting cisca.
[Reply]
September 24th, 2011 at 9:33 AM
Gaya perpisahan yang menyiksa diri itu ga bertahan lama buat seseorang yang masih waras dan punya hati to love, hehehe buktinya temen yg melakukan itu bertahun2 lalu, sekarang tersenyum bahagia dengan suami dan anaknya sekarang.. hehe
[Reply]
September 24th, 2011 at 11:09 AM
saya lagi mengalami yg nama di ambang perpisahan,,,, tp saya gak akan ngelakuin hal2 seperti yg diatas,jika takdir memisahkan,, saya hanya fokus untuk mempertahankan,,,, selama saya bisa dan mampu,,, yg penting usaha dulu hasil akhirnya belakangan,,,
mbak cisca mohon doanya ya moga perpisahan bukan jalan yg terbaik,,,,
[Reply]
September 24th, 2011 at 11:27 AM
SEBUAH SOLUSI DENGAN BERIKHTIAR DAN BERDO’A
As-Salamu’alaikum Wr. Wb.
Bagi Anda yang menginginkan ketenangan bathin, ruhani dan ketenangan dalam menjalani kehidupan di dunia ini, segala impian yang anda cita-citakan selalu berhasil dan do’a yang anda panjatkan selalu di ijabah oleh Allah SWT. silahkan hubungi blog kami atau kontek ke nomor ini 087726255005.
Semoga Allah Swt. selalu membimbing kita untuk meraih hidayahNya.
Was-Salam.
[Reply]
September 24th, 2011 at 11:58 AM
wohohoho…
Mantap bu poin 1.
dan SEDANG KULAKUKAN…….
tampil cantik, lebih n lebih hebring………..
hasilnya.. dia nyesel kwadrat n said : I’m sorry ..
+++ message terus bahwa dia sakit parah…. (tapi kok ga masuk ICU or minimal opname sih klo emang sekarat….. ??? siapa yg mo percaya? hehe)
i keep tellin my self I’m Great, for else\n
thanks ya, tulisannya jadi bikin saya makin semangat move on ^_*
[Reply]
September 24th, 2011 at 1:00 PM
Hmm nice sharing Mbak Cisca. Ak pernah punya pengalaman dekat sm cewek yg udah ak anggep adek. Tapi dia nganggep ak lebih dr itu, dia perhatian bgt n sayang sm ak, tp ngeharepin ak ngasih perhatian seperti pacarnya. It was irritating. anyway tipenya curhat di facebook pake kata2 dramatis. Kangen…, sebel…, it is the end.. Ha3. Suatu waktu kt ketemuan n ak bilang perhatiannya mulai ngeganggu, kt putus kontak, jgn pernah hubungin ak lagi kecuali km udah punya cowok. Menurut Mbak gmn? apa terlalu kejam ya? Need experienced woman view ni. ak ga tegaan soalnya. Keep posting !
[Reply]
September 24th, 2011 at 1:04 PM
bagaimanapun jenis dan cara perpisahan…tetap menyedihkan….hiks2
[Reply]
September 24th, 2011 at 8:21 PM
Pengalaman saya gaya perpisahan no.4 mba cis, pacar sy mengancam bunuh diri, ya.. sya kasih dia kesempatan wlw akhirnya dya jg yg minta putus, huhh, cowok emang kepala batu coz kepala nya emang ada dua. nah klo cewek cerewet wajar, karena mulut nya ada dua !
[Reply]
September 24th, 2011 at 11:00 PM
Hmm…belum pernah ngalamin yg gituan…mudah2an jangan sampai deh…
nice post sis….
[Reply]
September 24th, 2011 at 11:23 PM
kalo perpisahan saya dengan si dia masih bersambung…kyk nya masih ada yg belum selesai jadi ngganjel dihati…. jd sempat2 memikirkanya trs tp sama2 jaim mugkin yah ehhehehe
[Reply]
September 25th, 2011 at 6:12 AM
mantaff , bisa jadi buku fanduan bila saya futuss dengan tunangan (i hofe not of course) …
Saya filih-filih dulu mana yang faling fass dan tidak menjatuhkan harga diri dan martabat saya sebagai lelaki tulen.
[Reply]
September 25th, 2011 at 10:34 PM
Menurut saya contoh no 3 ttg sebarin foto memang bisa jd kasus. Tp ingat, ini indo/jkt. polisi mau bergerak utk urus itu kalo ada biaya yg ditanggung oleh pelapor. jadi toh agak cape jg sih urusan spt itu. hehehe….
Memang kayanya isi topik ini berat sebelah ya. sisi positif/benar semua berpihak ke wanita. cowok selalu salah. saya rasa topik ini krg baik dibaca ^^
salam.
[Reply]
September 25th, 2011 at 11:35 PM
wahhh artikelnya menarik bgt mb,,trimms yaa,,bs bt aq waspada krn kmrin smpt mo d sebar ft ku m mantan,,trimsssssss mb cisca ^^
[Reply]
September 26th, 2011 at 12:07 AM
saya beberapa waktu lalu jg putus, tapi syukurlah, putusnya baik-baik
[Reply]
September 26th, 2011 at 10:12 AM
aQ pernah tuh ngerasaain postinganya mba cis yg nmr 5, untungnya aQ diemin juga tuh cowo, ampe akhirnya aQ tau kaLo niat dia keaQ cuma sebatas + + (pLus pLus) hehe…
aLhamduLiLLah nggak sampe aQ ksh appah2, duh…kLo nggak aQ bisa nyeseL seumur hdp deh *pLisdeh* cowo nggak bgt.
makasih ya mba, banyak peLajaran kedepan yg bisa aQ ambiL dr post mba ini.
saLam
[Reply]
September 26th, 2011 at 10:32 AM
kalo bisa sih jangan sampe pisah sih, kalaupun terjadi cuekin aja, diambil hikmahnya jika menghadapi hal yg sama bisa mengambil yg terbaik…
amin… ojo sampe pisah kecuali oleh ajal…
[Reply]
September 26th, 2011 at 12:56 PM
A very good post. Thanks for sharing.
[Reply]
September 26th, 2011 at 4:12 PM
perpisahan memang merupakan hal yang menyakitkan..
baik itu disadari ataupun tidak,
jadikan lah ini sebagai pelajarn berharga..
[Reply]
September 26th, 2011 at 7:55 PM
Kalo itu yang terbaik kenapa tidak? Ya, pisah juga demi kebaikan dua pihak gak apa-apa toh. Anggap aja sekolah yang mahal, xixixi…..
[Reply]
September 26th, 2011 at 9:23 PM
yang namanya perpisahan gak ada enaknnya……………..btw, nice share sis…salam kenal ya
[Reply]
September 27th, 2011 at 1:47 PM
kalo saya malah sedang galau mbak
salamkenal ya
[Reply]
September 27th, 2011 at 1:53 PM
postingan yang keren dan menarik… salam sukses
[Reply]
September 27th, 2011 at 3:33 PM
LIKE THIS,, w pernah mengalaminya… terutama yang nomer 4 dan 5.
[Reply]
September 27th, 2011 at 8:41 PM
Hanya nomer 2 yg normal. Selebihnya, psycho :D. Buanyak bgt yg begini, darl.. Rela menyakiti diri sendiri dan akan terus meningkat cara nyakitinnya. Mereka selalu mengira bhw dgn berlaku begitu, pasangan akan gak tega, dan tidak akan meninggalkan dia. Yea, rite! Pdhl pasangannya tiap saat mikir cari cara/jalan gimana utk bisa lepas dari dia dengan selamat. Hidup & pikirannya gak tenang.
Orang2 itu sebenernya butuh pertolongan, bawa ke psikolog. Jgn terus2an ditolerir, krn prilaku kyk gitu bisa melebar membahayakan org lain juga. Been there, done that. Rempoooong ngurusnyah :p
Nice, darl…:*
[Reply]
September 30th, 2011 at 11:12 AM
saya sudah beberapa kali menemui teman2 yg mengalami gaya putus nomor 2
dan menurut saya sih pelakunya sama sekali tidak merasa menyesal, bahkan sebetulnya dia menyalahkan si korban, contoh ; gara korban ga patuh sama dia, makanya dia hajar sampe babak belur ! betul ?
jadi intinya si pelaku ini termasuk sociopath yang sebaiknya harus dihindari !
[Reply]
Oktober 2nd, 2011 at 4:49 PM
postinganya keren abis salut deh,kembangkan bakat ,raih cita cita
[Reply]
Oktober 2nd, 2011 at 4:50 PM
postingan bagus banget salut deh
[Reply]
Oktober 4th, 2011 at 8:29 AM
kalo kate org2 twitter, move on… move on
[Reply]
Nopember 22nd, 2011 at 4:14 PM
Haha jadi inget temen, perpisahannya tidak dengan baik2, krn kesal dia kirim bunga papan utk dukacita ke kantor mantan pacar, di terima dng heboh, krn beneran tuh bunga besar n terang2nya mengucapkan turut berduka cita a/n si mantan
[Reply]