#RantaiCerita #Seandainya - episode 3

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Pendahuluan :


Tulisan ini adalah bagian ketiga (yang bisa dibaca secara independen ataupun tersambung dengan) #RantaiCerita bertemakan #Seandainya.


Kenapa saya bilang ‘bisa dibaca secara independen’ adalah karena anda bisa saja membaca cerita ini terlepas dari cerita sebelumnya (walau ada beberapa aspek seperti nama, lokasi, kejadian yang diambil dari 2 kisah sebelumnya) tapi ceritanya cukup kokoh berdiri sendiri (perasaan saya sih begitu, hehehe….)


Apakah itu #RantaiCerita ?


#RantaiCerita ada hastag dari kumpulan cerita yang akan ditulis oleh 20 orang blogger dari berbagai komunitas, yang sebagian dari mereka tidak atau belum saling mengenal secara pribadi. Blogger yang akan turut merangkai cerita selain saya, adalah @bejanawaktu, @aniRingo, @juleahardy, @unggulcenter, @mbitmbot, @ajengkol, @wkf2010, @mataharitimoer, @harrismaul, @IndahJuli, @echaimutenan, @elafiq, @agusmoen, @ari_dexter, @Rigo_ZHI, @thianongnong, @phenyukerooo, @nanda_thekids, dan @asiariani.


Info selengkapnya mengenai #RantaiCerita bertema #Seandainya bisa anda simak di : http://wongkamfung.boogoor.com/seandainya-2.html Sedangkan tulisan pertama mengenai #RantaiCerita tema #Seandainya oleh @IndahJuli bisa anda simak di : http://www.pendopotatito.com/?p=547 dan cerita kedua yang ditulis oleh @mbitmbot bisa disimak di : http://www.theaprikot.com/?p=511


Kebetulan, Mbak @mbitmbot menunjuk saya sebagai ‘penerus ketiga’ dengan meminta saya ‘menjelma’ menjadi @Phenyukeroo. Saya belum pernah mengenal mbak @Phenyukeroo sebelumnya – akun twitternya dikunci. Saya ingin kenalan, namun saya pikir sudahlah, saya cukup search saja di timeline – seperti apa karakternya (yang tetep saja nggak ketemu-ketemu pada akhir pencarian; maklum tidak terbiasa jadi stalker …. *keluh*).


Maka, berdasar konsultasi pada @wkf2010 – bahwa saya bisa saja bebas meliarkan imajinasi saya (toh ini kan bukan kisah sebenarnya) – yang penting tema-nya sesuai dan tidak menyinggung SARA; Inilah #RantaiCerita yang ketiga, versi seorang @CiscaDV ; dengan imajinasi liarnya……

—–


Penyesalan Untuk Ayah

Tidak ada yang tahu perasaanku, mereka pikir aku sebodoh itu. Sejak usia 25 bulan, mereka memanggilku dengan sebutan ‘Anak Autis’ – dan mereka bilang masih beruntung aku bisa hidup sampai sekarang. Mereka tidak tahu bahwa walaupun aku bisu, aku bisa ‘berkomunikasi’ dengan seseorang tanpa harus bicara dengannya. Aku bicara pada penjaga jiwa orang tersebut – malaikat Qarin.



“If I Take your heart, I will cherish it everyday.

If I take your heart, it is to make it happy…”

Jakarta, Juni 1990.


Aku lahir dari keluarga yang serba berkecukupan. Ibuku (Melanie) adalah mantan peragawati terkenal tahun 80an. Kecantikannya masih terpancar hingga saat ini. Ayahku – Radjasa; adalah seorang pengusaha kayu yang sukses – namun sedari kecil jarang sekali aku melihatnya. Kukira itu karena ia malu mempunyai anak autis seperti aku. Ia pulang ke rumah setiap 4 atau 5 bulan sekali. Tiap pulang, ia selalu menyempatkan diri untuk bicara denganku. Walau aku tidak bisa bicara kepadanya – tapi malaikat penjaga ayahku selalu berkata bahwa ayahku sangat mencintai aku. Walau aku tidak yakin – karena ia tidak pernah ada untuk aku.


Ibuku memiliki laki-laki idaman lain. Andra namanya, seorang pria metroseksual usia 50 tahunan (lebih muda 5 tahun dari ayahku) – yang kerap menyambangi ibuku kala ayah tidak ada di rumah. Andra, seperti layaknya orang ‘normal’ lain yang kukenal, menyapaku basa-basi saja. Aku tahu ia melakukan itu agar ibuku senang saja, bukan karena ia tulus. Tak sedikitpun aku pernah berbicara dengan malaikat penjaganya. Bahkan malaikat penjaga-pun bisa sombong, pikirku.


Aku membenci ayahku Radjasa. Kupikir tega sekali dia meninggalkan ibuku dan aku. Dipikir anak autis sepertiku tak punya perasaan seperti halnya ‘anak normal’ lainnya. Kupikir ia menikahi ibuku hanya sebagai status saja – karena ibuku begitu cantik dan karena ayahku kaya, ia bisa menikahi semua gadis pada jaman itu. Dan yang dipilih adalah ibuku.


Jakarta, 15 Agustus 2000. Rumahku. 22.00 WIB.


Malam itu, aku mendengar Ibuku dan ‘kekasih gelapnya’ bertengkar hebat di ruang tamu. Beberapa barang pecah berantakan di lantai. Malaikat penjagaku memberi tahu kepadaku bahwa aku lebih baik ‘ngumpet’ di gudang dan mengunci pintu. Kata-kata kotor keluar dari mulut Andra – memaki ibuku sebagai pelacur, sundal dan juga ‘wanita yang mudah dibeli’. Aku tidak tahu kenapa ia tega memaki ibuku demikian. Sampai akhirnya aku mendengar ibuku balas berteriak, dan tidak sengaja kudengar sebuah fakta tentang diriku.


“Radjasa sangat mencintai anak kita. Di malam aku hampir membunuh anak itu dengan tanganku sendiri – saat usianya baru 4 hari – Radjasa mengambil anak itu dan sejak itu aku tahu kalau dia mencintai aku. Tanpa syarat dan kamu harusnya tahu itu!, “ teriak ibuku. Aku bingung kenapa ibu sempat berkata ‘hampir membunuh aku’ dan ‘ayahku mengambil aku’. Absurd sekali perkataannya.


“Mustinya aku yang bunuh anak itu waktu ada kesempatan! Radjasa keparat itu menjadikan anak itu sebagai alasan untuk menikahimu. Dia tahu cara itu akan membunuhku pelan-pelan. Mahluk menjijikkan itu memang anakku – yang mustinya tidak pernah kau lahirkan! Segala jamu dan racun sudah dicoba untuk gugurkan dia. Malah lahir mahluk itu. Brengsek! Sekarang kamu juga mencintai Radjasa dan tidak mau menceraikan dia – gara-gara mahluk keparat yang kau bilang buah hati mu itu! Buat apa aku menunggumu selama ini?! Brengsek-lah kamu dan mahluk autismu itu!,” teriak Andra sambil membanting pintu meninggalkan ibuku yang terduduk menangis di lantai.


Ibuku adalah cinta sejati ayahku. Segila-gilanya perbuatan ibuku (di masa mudanya, ia hamil di luar nikah bersama kekasihnya – Andra ; yang ternyata ayah kandungku) – tetap akan dimaafkannya. Sebegitu cintanya Radjasa kepada ibuku, ia menyelamatkan aku dan memberikan aku kesempatan untuk dilahirkan di dunia ini, tanpa syarat. Dinikahinya ibuku, diakuinya aku sebagai anaknya dan dirawatnya kami berdua hingga kini. Itulah yang membuat ibuku akhirnya luluh lantak hatinya, karena cinta sejati seperti itu ibarat barang langka. Ia adalah wanita yang sangat beruntung.


Jakarta, 30 Agustus 2000. Rumah Sakit Elizabeth. Kamar 301. 22.30 WIB.


Beberapa orang di ruangan ini memandang aku dengan sedih. Kupandang ayahku – Radjasa ; duduk diam di samping tempat tidurku – Ibu menangis di pundaknya. Andra , kekasih gelap ibuku (yang entah apa ayahku tahu kalau ia yang berada di samping ibu kalau dia tidak ada) duduk di sofa di sudut ruang rumah sakit itu. Kurasakan hawa dingin di seluruh tubuhku dan anehnya – kali ini semua malaikat penjaga ibu, Radjasa dan Andra – dan malaikat penjaga-ku ada di ruangan ini. Semua menatapku.


Aku ingin sekali bisa bicara ya Tuhan, sekali saja aku ingin bisa bicara dengan lancar. Aku ingin bilang kepada pria bernama Radjasa ini, bahwa aku menyayanginya – bahwa aku menyesal tidak pernah berusaha lebih baik untuk mengenalnya. Aku sungguh menyesal.


Malaikat Izrail menghampiri aku. Tidak ada orang yang bisa melihatnya selain aku. Digenggamnya tanganku. Dan seketika kurasakan nafasku menjadi pendek dan cepat, suhu tubuhku naik – aku merasa gelisah dan keringatku bercucuran. Kulihat suster dan dokter yang merawatku menjadi panik. Mereka berkata sesuatu tentang trombosit atau semacamnyalah…. Ada rasa dingin di ujung kakiku, yang perlahan merambat ke seluruh tubuhku. “Tidak, jangan sekarang!,” teriakku dalam hati. Namun Izrail menggeleng seraya tersenyum.


“Ayah!,” teriakku pada Radjasa – entah kenapa bukan ayah kandungku yang kupanggil saat itu. “Aku….,” …. dan seketika nafas ini berat, aku tak sanggup berbicara lagi. Kurasa saatku sudah tiba. Radjasa menghampiri aku sambil menangis, diucapkannya kalimat syahadat dengan lirih di telingaku, kalimat terindah yang kudengar setelahnya adalah, “Ayah sangat mencintaimu Erina - anakku, pergilah dengan damai…”.


Mataku terpejam. Dengan pasrah aku berucap, “Allahu Akbar….” Dan aku melayang meninggalkan semua yang terisak-isak dalam ruangan itu.



“If I Take your heart, I will cherish it everyday.

If I take your heart, it is to make it happy…”

Jakarta, Juni 1990.

Ini adalah sepenggal kata dalam surat yang ditulis Radjasa

dalam sebuah buku yang diberikannya kepada ibuku.

Ia sungguh membahagiakannya lahir bathin, cinta sejati.

Ia memang bukan ayah kandungku,

namun cintanya kepadaku melebihi seorang ayah kandung.

Tinggal aku yang menyesal, karena sampai aku mati –

aku belum pernah mempunyai kesempatan

untuk menyampaikan padanya

kalau aku sangat mencintainya.

Aku telat menyadari betapa berharganya ia –

sampai akhirnya semua sudah terlambat.

###


Note : Tulisan diatas dipersembahkan untuk seluruh ayah yang baik hati di dunia ini; Photo : annejulie-art(dot)com


Untuk #RantaiCerita selanjutnya, saya mencolek teman twitter saya , Mas @mataharitimoer dengan judul #Seandainya Aku @wkf2010 – selamat meliarkan imajinasinya, maaf kalau tulisannya harus disambung dari tulisan saya yang ‘low content’ ini ya (ampun deh gue-red). Selamat menulis!


Your friend,

@CiscaDV

Dating 101 : Prioritas

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Memisahkan antara yang “urgent” dan “important” dalam dating life itu juga penting. Jangan sampai ‘investasi perhatian’ kepada orang yang salah.


Selama ini Sarah selalu ‘available’ untuk Candra. Mereka bukan pacaran, hanya casual dating dan teman baik saja. Sarah adalah tipe wanita independen yang tiap minggunya bisa pergi casual dating dengan banyak pria mapan – begitu juga dengan Candra (dengan kebanyakan wanita single) di kota metropolitan ini. Tapi selama ini memang Sarah selalu mengosongkan jadwal (bahkan membatalkan janjinya dengan pria lain) kalau Candra tiba-tiba mengajaknya untuk bertemu.


Seperti Selasa malam itu, Sarah membatalkan janjinya dengan Andy (yang sudah membuat janji dinner dengannya seminggu sebelumnya, dan harus dicatat! Andy ini jauh lebih keren daripada Candra, hehe…..), hanya karena Candra mengajaknya makan malam dengan alasan ‘lagi galau dan butuh teman curhat’; sebagai teman yang baik – Sarah pun menyanggupi. Dan itu sudah berlangsung untuk ke-sekian kalinya. Tanpa disadari – Sarah menjadikan Candra sebagai prioritasnya, di atas Andy, Ronny, Bimo dan beberapa potential- date nya yang lain (maklum kalau perempuan kece, pasti banyak yang ngantri, kan begitu-red).


Sampai pada Jumat malam ini, dimana Sarah merasa perlu ditemani oleh Candra (selayaknya biasanya ia menemani Candra kalau diminta) – barulah ia merasakan ‘eh ternyata ditolak itu nggak enak juga.’ Jawaban atas ajakan Sarah dari Candra cuma satu kalimat, “Sorry babe, malam ini belum bisa” (dengan disertai icon ‘hugs’). Thats it. Singkat, padat dan jleb!


Jadilah Sarah pergi bersama beberapa teman wanita. Tepat jam 11 malam, Deasy, salah satu teman wanitanya menerima text message dari Candra yang berisi ajakan (ajakan bagi Deasy saja lho ya..) untuk bergabung di salah satu lounge di daerah Selatan. Deasy tahu persis kalau tadinya Candra diajak oleh Sarah dan menolak. Lah ternyata….. (hmm…. Sarah, you just got punk’d! Hehe….).


Dalam Prioritas, dahulukan yang ‘important’, bukan yang ‘urgent’

“The Principle of Priority states (a) you must know the difference between what is urgent

and what is important, and (b) you must do what’s important first.”

–Steven Presfield, The War of Art-

Life is too short to waste time, energy and make someone your priority while you don't even exist on their list of priorites.

Life is too short to waste time, energy and make someone your priority while you don't even exist on their list of priorites.

Menentukan prioritas dalam hidup, dalam hal apapun, termasuk dalam hal pertemanan sampai ke dating, penting banget kok. Dengan demikian kita tahu harus ‘mengorbankan’ effort kita untuk siapa – jangan sampai salah ‘investasi’ pada orang yang salah.


Kenapa kita harus mendahulukan yang ‘important’ alias yang penting dan bukannya yang ‘urgent’ atau yang mendesak? Menurut pemikiran saya yang gak seberapa bijak ini, yah namanya juga ‘Prioritas’. Kalau kamu dianggap sebagai prioritas, maka kamu dianggap sebagai ‘yang penting’, bukan sebagai ‘yang dibutuhkan hanya pada saat ada yang urgent’. Bukan begitu? ;)


“Babe, lagi apa, dimana? Hang out yuk, aku lagi galau nih….,” bunyi text message yang diterima Sarah dari Candra malam itu. Sebetulnya Sarah bisa saja mengiyakan – toh ia baru sampai rumah, tinggal ganti dengan slip dress cantik dan Candra pasti sudah menjemput di luar. Pilihan lain tentunya, tidur ; karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


“Sorry babe, malam ini belum bisa…,” (disertai icon ‘hugs’), balas Sarah terhadap pesan tersebut. Tepat, cepat, dingin dan tanpa perasaan bersalah. Kini Sarah sudah bisa membedakan, siapa pria yang ‘VIP’ (Very Important Person) dan mana yang ‘VIP’ kw-1 (alias ‘Very Irritating Person’). Cerdas!


“Never allow someone to be your priority

while allowing yourself to be their option,”

–unknown-

Best of luck in love and life,

Your friend,

@CiscaDV


Dating 101: When Love and Debt Collide

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Dalam memilih pasangan, pakailah paham realistis - bukan materialistis. Ketika sudah cinta - jangan ada hutang diantara kita, nanti jadinya ironis….

My ex boyfriend owes me money, can I make a claim?

My ex boyfriend owes me money, can I make a claim?

“Before borrowing money from a friend,

decide which you need most.”
-American Proverb-

Beberapa curhatan di apakatacisca@gmail.com….

Seminggu semenjak saya memberikan email apakatacisca@gmail.com sebagai email resmi curhat ‘Dating 101′ ada beberapa kisah yang hampir sama yang dikirim pembaca blog kepada saya. Isinya seputar “pacar atau tunangan saya meninggalkan saya dan saya ditinggalkan dalam jumlah hutang yang besar…” Berikut 2 dari 5 kasus yang sudah mendapat persetujuan untuk ‘diungkap’ di blog saya….


1. Setan Kredit

Tiar dan Angga berusia akhir 20-an, status berpacaran dan mereka tinggal bersama di sebuah kost executive di surabaya. dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari, mereka menggunakan kartu kredit Tiar (bayar kos, makan, jalan2, dll). Angga yang pekerjaannya berpenghasilan lebih rendah daripada Tiar selama ini selalu tidak luput membayar tagihan kartu kredit tsb. Sampai akhirnya muncul ide ‘brilian’ ikut main saham dan akhirnya harus kalah dalam jumlah besar. Tiar berusaha pinjam uang kesana kemari guna menyelamatkan Angga yang dikejar debt collector. Akhir cerita, setelah hutang saham dibayar - Angga memutuskan Tiar - jadian dengan wanita lain dan kini Tiar pontang-panting membayar hutang KTA (Kredit Tanpa Agunan), belum lagi tagihan kartu kredit dengan penghasilan yang tidak seberapa. Sadistis.

“When people decide to live together and co-mingle their money together, they cannot expect the courts to sort out their mess.” –unknown-

2. Kalau Cinta Jangan Ngutang

Tommy dan Rheina berpacaran sudah 3 bulan, Rheina merasa sangat percaya pada Tommy. Ketika Tommy meminjam uang, sebutlah 30 juta Rupiah, Rheina mengambil tabungannya. Dipikirnya toh akan dikembalikan segera, ternyata setelah itu Tommy hilang entah kemana, ketika dihubungi - mendadak galak, dan ketika ditagih hutangnya malah mengancam menyebarkan rahasia keluarga Rheina via social media (heran ya? Lebih galak yang ngutang gitu?!-red), Rheina kini bingung harus apa.

Breaking up with a boyfriend who has left you with debt

Breaking up with a boyfriend who has left you with debt

Setelah membaca 2 ‘kasus’ diatas, beberapa teman saya yang bijak (dan sok bijak-red) duduk bersama dan kemudian ‘merumuskan’ langkah pencegahan atau pengobatan bagi kasus hutang hutangan diatas…


1. Ubah perilaku hedonis, tentukan prioritas Hentikan penggunaaan kartu kredit, ikuti pola hidup sederhana, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kalau buat makan saja (maaf) susah, buat apa sih menunjukkan eksistensi harus gaul nongkrong di cafe bersama teman-teman?

Bila perlu tinggal kembali bersama orangtua (untuk hemat biaya hidup), bercerita jujur kepada sahabat atau orangtua dapat melepaskan stress juga. Disaat susah seperti ini, dukungan orang terdekatbakan terasa sangat bermakna.

2. Bayar hutang

Hanya karena kalian putus cinta atau berpisah, bukan berarti hutangmu ikut lunas. Apa urusannya bank dengan kisah cinta kalian? (sadis tapi benar-red). Bayar hutang sesuai waktu - kalau dirasa pekerjaan sekarang tidak cukup, ambil pekerjaan tambahan seperti menjadi barista, pelayan resto, penulis lepas dan masih banyak lagi.

Kasarnya, kalau mau uang - ya kerja, sikap meminta atau berhutang adalah sikap mereka yang pengecut dan tidak mau berusaha. Oh dan satu hal yang sangat diharamkan adalah, jangan sampai “utang budi dibayar bodi” , masih ada banyak jalan lain untuk bisa lepas dari hutang, dear…. ;)

No more shopping, I have debt to be paid....

No more shopping, I have debt to be paid….

3. Tagih Hutang si Mantan

Mantan akan selalu menggunakan cara untuk bisa kabur dari hutang materi. Lucunya kadang orang yang ngutang malah justru jadi lebih galak daripada yang ngutangin, cenderung sok bijak, bahkan ‘berkoar-koar’ sebagai korban. Kalau dulu mereka meminjam uang, mereka yang memberi dateline kapan uangnya harus ada. Begitu ditagih mereka-lah yang tidak pernah tepat dateline. Lantas bagaimana cara menagih hutang pada mantan?

  • Beri surat peringatan : bisa lewat email, sms atau bbm (yang sopan tentunya) secara berkala tergantung respons yang diberikan. Simpan semua bukti percakapan dengan screenshot atau email.
  • Bicara pada orang dekatnya, yang ia segani : ini kalau sudah ditagih secara personal tidak berhasil, diharapkan ia bisa segan pada orang tersebut (actually bukan segan sih tapi malu, hehehe).
  • Tawari opsi mencicil : mungkin berat membayar hutang seluruhnya, ya sudah tawari saja fasilitas mencicil - yang penting ada bagian yang kembali.
  • Perlu memakai jasa debt collector tidak? oh no darling, apalagi kalau jumlah hutang yang ditagih tidak sebanding dengan biaya jasa debt collector tadi.
  • Bagaimana kalau ia mengancam? katakan baik2 padanya, masih ingatkah ia ketika dulu membutuhkan uang dan bersikap super manis pada anda? dan katakan bahwa anda hanya melakukan kewajiban, karena hutang adalah hutang. Cinta kalian memang tidak abadi, tapi hutang kalian abadi (apalagi kalau nggak dibayar ya-red). Simpan semua bukti ancaman tadi, jadikan sebagai bukti yang akan memberatkan kredibilitas dia kelak.
  • Jumlahnya sangat besar? jerat dengan hukum. Jika yang berhutang sulit untuk ditagih hutangnya, Terangkan kepada pihak yang berhutang atau keluarganya; bahwa Hutang piutang dalam hukum biasanya masuk dalam perbuatan perdata jika terdapat perjanjian yang membuatnya, sangsinya oleh pengadilan dapat dengan sita jaminan. Tetapi jika secara lisan maka lebih tepat jika dibawa ke pidana yaitu melanggar pasal 372 dan 378 KUHP dan dapat diselesaikan dengan laporan kepolisian dengan sangsi penjara. Langkah selanjutnya : Melaporkan ke pihak kepolisian dan Memasukkan gugatan ke pengadilan.(Sumber: http://konsultasidansolusihukumricksandco.blogspot.com)

“If you did not have anything in writing that the money was a loan, you are not going to be able to prove your case.” –unknown-


4. Ikhlas

Kata satu ini gampang diucap, susah dijalankan. Tapi ini nasehat paling dashyat dari teman saya yang bijak. “Diikhlaskan saja, orang seperti itu niscaya hidupnya akan selalu berhutang dan tidak akan lebih bahagia daripada kita, masih jauh lebih baik jadi yang ngutangin daripada yang ngutang khan?” Yah dia ada benarnya juga, beberapa pengutang memang niat awalnya bukan mau berhutang sih, tapi mau ngerampok (secara lebih….sophisticated, ada drama dalam prosesnya-red). Anggap saja amal, ujar teman saya tadi.


Ini cuma perasaan saya saja atau kalian juga merasakan, bahwa kalau sudah menyangkut hutang, maka persahabatan/percintaan/persaudaraan level kualitasnya tidak jadi sama lagi (terutama kalau yang ngutang berusaha kabur lho ya…). Sepertinya sih jangan pernah niat ngutang atau ngutangin seseorang yang kita sayang banget, supaya relationship tetap mulus, bagusnya sih jangan pernah ngutang sama sekali.… hehe :p


Guna menghindari ‘capek hati’ karena hutang tidak dibayar, kadang saya menjawab permintaan ngutang dari beberapa orang dengan jawaban “kalau segitu saya tidak bisa meminjamkan, karena masih ada keperluan lain. Tapi kalau kamu butuh sekali, ini saya ada (taruhlah nominal seikhlasmu) ambil saja kamu tidak usah bayar…” (beberapa orang biasa mundur setelah mendengar ini dan bagi yang tetap maju mengambil uangnya, biasanya tidak pernah bertemu lagi dengan saya…. nggak tahu, malu kali, hehehe).


Bicara soal pengalaman buruk dengan hutang, berusahalah menerima kenyataan bahwa kamu telah membiarkan dirimu untuk dimanfaatkan oleh orang lain, dan bahwa kamu sudah belajar dari pengalaman ini dan kini sudah saatnya untuk move on…..


“Debt can turn a free, happy person

into a bitter human being.”
-Michael Mihalik-

Good luck in love and life,

xoxo,

@CiscaDV

apakatacisca@gmail.com


Ajang Ciamik Muktamar Byar|Pet : “Anak Gagak Bertukar Cincin, Blog Pendatang Baru Terbaik Cinn….“

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Terakhir kali saya ‘memenangkan’ sesuatu adalah waktu masih SD – juara II Lomba Balap Karung tingkat komplek pas 17-Agustusan. Jadi adalah suatu kebahagiaan (jeile…) tersendiri bagi blogger amatiran seperti saya, bisa menerima ‘Negro Boncel Award’ untuk Kategori ‘Blogger Pendatang Baru Terbaik 2011’ di acara Muktamar Byar|Pet 1433 H (2011 M) – Jumat lalu.



Muktamar Byar|Pet 1433 H (2011 M) yang ciamik.


Ketika diundang untuk datang ke acara ini oleh Guru Blogger saya (mas @Fanabis) dan blogger senior (tidak beliau masih muda – belum senior dalam artian kakek-kakek ya-red) Mas @imanbr ; saya bertanya ‘kalau nongkrong di Bunderan HI itu parkirnya dimana ya? Karena kalau parkir di tengah Bunderan, saya takut ditangkap TMC PoldaMetroJaya dengan tuduhan ‘Perilaku yang tidak menggemaskan’ eh…..’menyenangkan’…. Celaka Tigabelas kan?!….. *sok panik-red*

Tapi akhirnya saya datang juga, bersenang-senang dan berkenalan dengan blogger2 senior / twitter-celeb yang saya idolakan. Beberapa memang sudah pernah ketemu tapi beberapa yang baru ketemu saya akui kalau “wajah asli dan foto avatar tidak perlu di-diskon 30% - karena memang sudah mirip dengan aslinya”… #eaaa #eaaa #eaaa *ini tolong dianggap pujian ya*

Award KW 1 – The Negro Boncel Award



Jelang masuk angin, jreng jreng! Presiden @bunderanhi memanggil nama saya (sebagai ‘Cisca-du’ dan bukannya ‘CiscaDV’ EHM!) sebagai blogger pendatang baru terbaik, Dila sebagai tweple tergalau, Pitra sebagai tweple jago speak dan Paman Tyo sebagai blogger rauwis-uwis (kalimat ini mencontek dari blognya Pitra, hehehe….jujur khan!).

Dan kami masing-masing menerima ‘award’ berbentuk lucu, seperti boneka barbie yang dicat kecoklat-coklatan. Eksotis banget ini boneka, kalau saja boneka ini hidup - dijamin sudah ditaksir sejuta bule di jalan Jaksa…. #eaaa #eaaa #eaaa

Terimakasih dari Lubuk Hati Terdalam


Ketika menulis blog pertama kali, saya tidak mengira ada yang mau baca blog saya. Jujur saya ini amatiran banget. Maka itu ketika ada yang mau baca – girangnya bukan main. Terimakasih buat semua panitia Muktamar Byar|Pet 1433 H (2011 M), semua teman-teman blogger yang baik-baik, dan semua pembaca blog saya.

Saya doakan kalian semua enteng jodoh supaya tidak kalah dengan anak gagak*. Karena si anak gagak saja sudah bertukar cincin, kalian kapan?! #eaaa……

*Terinspirasi dari pantun pak Tif di twitter dengan permulaan kalimat ‘anak gagak bertukar cincin……’




Best of luck in love and life,

Your friend,

@CiscaDV