#RantaiCerita #Seandainya - episode 3

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Pendahuluan :


Tulisan ini adalah bagian ketiga (yang bisa dibaca secara independen ataupun tersambung dengan) #RantaiCerita bertemakan #Seandainya.


Kenapa saya bilang ‘bisa dibaca secara independen’ adalah karena anda bisa saja membaca cerita ini terlepas dari cerita sebelumnya (walau ada beberapa aspek seperti nama, lokasi, kejadian yang diambil dari 2 kisah sebelumnya) tapi ceritanya cukup kokoh berdiri sendiri (perasaan saya sih begitu, hehehe….)


Apakah itu #RantaiCerita ?


#RantaiCerita ada hastag dari kumpulan cerita yang akan ditulis oleh 20 orang blogger dari berbagai komunitas, yang sebagian dari mereka tidak atau belum saling mengenal secara pribadi. Blogger yang akan turut merangkai cerita selain saya, adalah @bejanawaktu, @aniRingo, @juleahardy, @unggulcenter, @mbitmbot, @ajengkol, @wkf2010, @mataharitimoer, @harrismaul, @IndahJuli, @echaimutenan, @elafiq, @agusmoen, @ari_dexter, @Rigo_ZHI, @thianongnong, @phenyukerooo, @nanda_thekids, dan @asiariani.


Info selengkapnya mengenai #RantaiCerita bertema #Seandainya bisa anda simak di : http://wongkamfung.boogoor.com/seandainya-2.html Sedangkan tulisan pertama mengenai #RantaiCerita tema #Seandainya oleh @IndahJuli bisa anda simak di : http://www.pendopotatito.com/?p=547 dan cerita kedua yang ditulis oleh @mbitmbot bisa disimak di : http://www.theaprikot.com/?p=511


Kebetulan, Mbak @mbitmbot menunjuk saya sebagai ‘penerus ketiga’ dengan meminta saya ‘menjelma’ menjadi @Phenyukeroo. Saya belum pernah mengenal mbak @Phenyukeroo sebelumnya – akun twitternya dikunci. Saya ingin kenalan, namun saya pikir sudahlah, saya cukup search saja di timeline – seperti apa karakternya (yang tetep saja nggak ketemu-ketemu pada akhir pencarian; maklum tidak terbiasa jadi stalker …. *keluh*).


Maka, berdasar konsultasi pada @wkf2010 – bahwa saya bisa saja bebas meliarkan imajinasi saya (toh ini kan bukan kisah sebenarnya) – yang penting tema-nya sesuai dan tidak menyinggung SARA; Inilah #RantaiCerita yang ketiga, versi seorang @CiscaDV ; dengan imajinasi liarnya……

—–


Penyesalan Untuk Ayah

Tidak ada yang tahu perasaanku, mereka pikir aku sebodoh itu. Sejak usia 25 bulan, mereka memanggilku dengan sebutan ‘Anak Autis’ – dan mereka bilang masih beruntung aku bisa hidup sampai sekarang. Mereka tidak tahu bahwa walaupun aku bisu, aku bisa ‘berkomunikasi’ dengan seseorang tanpa harus bicara dengannya. Aku bicara pada penjaga jiwa orang tersebut – malaikat Qarin.



“If I Take your heart, I will cherish it everyday.

If I take your heart, it is to make it happy…”

Jakarta, Juni 1990.


Aku lahir dari keluarga yang serba berkecukupan. Ibuku (Melanie) adalah mantan peragawati terkenal tahun 80an. Kecantikannya masih terpancar hingga saat ini. Ayahku – Radjasa; adalah seorang pengusaha kayu yang sukses – namun sedari kecil jarang sekali aku melihatnya. Kukira itu karena ia malu mempunyai anak autis seperti aku. Ia pulang ke rumah setiap 4 atau 5 bulan sekali. Tiap pulang, ia selalu menyempatkan diri untuk bicara denganku. Walau aku tidak bisa bicara kepadanya – tapi malaikat penjaga ayahku selalu berkata bahwa ayahku sangat mencintai aku. Walau aku tidak yakin – karena ia tidak pernah ada untuk aku.


Ibuku memiliki laki-laki idaman lain. Andra namanya, seorang pria metroseksual usia 50 tahunan (lebih muda 5 tahun dari ayahku) – yang kerap menyambangi ibuku kala ayah tidak ada di rumah. Andra, seperti layaknya orang ‘normal’ lain yang kukenal, menyapaku basa-basi saja. Aku tahu ia melakukan itu agar ibuku senang saja, bukan karena ia tulus. Tak sedikitpun aku pernah berbicara dengan malaikat penjaganya. Bahkan malaikat penjaga-pun bisa sombong, pikirku.


Aku membenci ayahku Radjasa. Kupikir tega sekali dia meninggalkan ibuku dan aku. Dipikir anak autis sepertiku tak punya perasaan seperti halnya ‘anak normal’ lainnya. Kupikir ia menikahi ibuku hanya sebagai status saja – karena ibuku begitu cantik dan karena ayahku kaya, ia bisa menikahi semua gadis pada jaman itu. Dan yang dipilih adalah ibuku.


Jakarta, 15 Agustus 2000. Rumahku. 22.00 WIB.


Malam itu, aku mendengar Ibuku dan ‘kekasih gelapnya’ bertengkar hebat di ruang tamu. Beberapa barang pecah berantakan di lantai. Malaikat penjagaku memberi tahu kepadaku bahwa aku lebih baik ‘ngumpet’ di gudang dan mengunci pintu. Kata-kata kotor keluar dari mulut Andra – memaki ibuku sebagai pelacur, sundal dan juga ‘wanita yang mudah dibeli’. Aku tidak tahu kenapa ia tega memaki ibuku demikian. Sampai akhirnya aku mendengar ibuku balas berteriak, dan tidak sengaja kudengar sebuah fakta tentang diriku.


“Radjasa sangat mencintai anak kita. Di malam aku hampir membunuh anak itu dengan tanganku sendiri – saat usianya baru 4 hari – Radjasa mengambil anak itu dan sejak itu aku tahu kalau dia mencintai aku. Tanpa syarat dan kamu harusnya tahu itu!, “ teriak ibuku. Aku bingung kenapa ibu sempat berkata ‘hampir membunuh aku’ dan ‘ayahku mengambil aku’. Absurd sekali perkataannya.


“Mustinya aku yang bunuh anak itu waktu ada kesempatan! Radjasa keparat itu menjadikan anak itu sebagai alasan untuk menikahimu. Dia tahu cara itu akan membunuhku pelan-pelan. Mahluk menjijikkan itu memang anakku – yang mustinya tidak pernah kau lahirkan! Segala jamu dan racun sudah dicoba untuk gugurkan dia. Malah lahir mahluk itu. Brengsek! Sekarang kamu juga mencintai Radjasa dan tidak mau menceraikan dia – gara-gara mahluk keparat yang kau bilang buah hati mu itu! Buat apa aku menunggumu selama ini?! Brengsek-lah kamu dan mahluk autismu itu!,” teriak Andra sambil membanting pintu meninggalkan ibuku yang terduduk menangis di lantai.


Ibuku adalah cinta sejati ayahku. Segila-gilanya perbuatan ibuku (di masa mudanya, ia hamil di luar nikah bersama kekasihnya – Andra ; yang ternyata ayah kandungku) – tetap akan dimaafkannya. Sebegitu cintanya Radjasa kepada ibuku, ia menyelamatkan aku dan memberikan aku kesempatan untuk dilahirkan di dunia ini, tanpa syarat. Dinikahinya ibuku, diakuinya aku sebagai anaknya dan dirawatnya kami berdua hingga kini. Itulah yang membuat ibuku akhirnya luluh lantak hatinya, karena cinta sejati seperti itu ibarat barang langka. Ia adalah wanita yang sangat beruntung.


Jakarta, 30 Agustus 2000. Rumah Sakit Elizabeth. Kamar 301. 22.30 WIB.


Beberapa orang di ruangan ini memandang aku dengan sedih. Kupandang ayahku – Radjasa ; duduk diam di samping tempat tidurku – Ibu menangis di pundaknya. Andra , kekasih gelap ibuku (yang entah apa ayahku tahu kalau ia yang berada di samping ibu kalau dia tidak ada) duduk di sofa di sudut ruang rumah sakit itu. Kurasakan hawa dingin di seluruh tubuhku dan anehnya – kali ini semua malaikat penjaga ibu, Radjasa dan Andra – dan malaikat penjaga-ku ada di ruangan ini. Semua menatapku.


Aku ingin sekali bisa bicara ya Tuhan, sekali saja aku ingin bisa bicara dengan lancar. Aku ingin bilang kepada pria bernama Radjasa ini, bahwa aku menyayanginya – bahwa aku menyesal tidak pernah berusaha lebih baik untuk mengenalnya. Aku sungguh menyesal.


Malaikat Izrail menghampiri aku. Tidak ada orang yang bisa melihatnya selain aku. Digenggamnya tanganku. Dan seketika kurasakan nafasku menjadi pendek dan cepat, suhu tubuhku naik – aku merasa gelisah dan keringatku bercucuran. Kulihat suster dan dokter yang merawatku menjadi panik. Mereka berkata sesuatu tentang trombosit atau semacamnyalah…. Ada rasa dingin di ujung kakiku, yang perlahan merambat ke seluruh tubuhku. “Tidak, jangan sekarang!,” teriakku dalam hati. Namun Izrail menggeleng seraya tersenyum.


“Ayah!,” teriakku pada Radjasa – entah kenapa bukan ayah kandungku yang kupanggil saat itu. “Aku….,” …. dan seketika nafas ini berat, aku tak sanggup berbicara lagi. Kurasa saatku sudah tiba. Radjasa menghampiri aku sambil menangis, diucapkannya kalimat syahadat dengan lirih di telingaku, kalimat terindah yang kudengar setelahnya adalah, “Ayah sangat mencintaimu Erina - anakku, pergilah dengan damai…”.


Mataku terpejam. Dengan pasrah aku berucap, “Allahu Akbar….” Dan aku melayang meninggalkan semua yang terisak-isak dalam ruangan itu.



“If I Take your heart, I will cherish it everyday.

If I take your heart, it is to make it happy…”

Jakarta, Juni 1990.

Ini adalah sepenggal kata dalam surat yang ditulis Radjasa

dalam sebuah buku yang diberikannya kepada ibuku.

Ia sungguh membahagiakannya lahir bathin, cinta sejati.

Ia memang bukan ayah kandungku,

namun cintanya kepadaku melebihi seorang ayah kandung.

Tinggal aku yang menyesal, karena sampai aku mati –

aku belum pernah mempunyai kesempatan

untuk menyampaikan padanya

kalau aku sangat mencintainya.

Aku telat menyadari betapa berharganya ia –

sampai akhirnya semua sudah terlambat.

###


Note : Tulisan diatas dipersembahkan untuk seluruh ayah yang baik hati di dunia ini; Photo : annejulie-art(dot)com


Untuk #RantaiCerita selanjutnya, saya mencolek teman twitter saya , Mas @mataharitimoer dengan judul #Seandainya Aku @wkf2010 – selamat meliarkan imajinasinya, maaf kalau tulisannya harus disambung dari tulisan saya yang ‘low content’ ini ya (ampun deh gue-red). Selamat menulis!


Your friend,

@CiscaDV


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

24 Responses to “#RantaiCerita #Seandainya - episode 3”

  1. gajah_pesing Says:

    wo…. serasa beneran ini ceritanya :)

    [Reply]

  2. IndahJuli Says:

    Account nggak digembok saja, nulis ceritanya bisa kram otak, apalagi account digembokl ya:D
    btw, salut untuk tulisanmu Cisca, bagus banget. Penasaran dengan #RantaiCerita #Seandainya yang lain.

    [Reply]

  3. mbitmbot Says:

    wuah misteri konfliknya makin seru nih…kita sama2 menjadi stalker nih. nice story

    [Reply]

  4. ferrytriana Says:

    membirukan sore ini, flied me to somewhere in my past. Cisca, another great story as always.

    [Reply]

  5. Rusa Says:

    Mbak ceritamu bikin aku mewek mbak. Hiks
    Ternyata dia anaknya siapa jadinya? anaknya Andra ya? hehe

    [Reply]

  6. wongkamfung Says:

    Sip. Terus, lanjut! ;-)

    [Reply]

  7. venomzz Says:

    Sangat Menyentuh …
    http://tahukahanda.blogdetik.com

    [Reply]

  8. MT Says:

    benar-benar liar!
    dan keliaran selanjutnya adalah memilihku untuk melanjutkan #rantaicerita ini uhuhuuuuuu
    tapi gak papa. kucoba, meskipun harus menjadi @wkf2010, manusia dengan senyum misterius dan tatapan izrail. :))

    [Reply]

  9. Odi Sumantri Says:

    Keren ….
    Kata-kata nya begitu detail, kejadian, dan suasananya begitu hidup…

    tetap semangat …

    akan sering2 mampir.
    salam silaturahmi

    [Reply]

  10. @nengkrisna Says:

    Keren mbaakk…. *sepuluh jempol* *pinjem 6jempol dr yg laen* hiihi

    [Reply]

  11. celana pendek wanita Says:

    tulisan yang bagus dan menarik… salam sukses

    [Reply]

  12. DALIAN NATOLU Says:

    Tidak Terkatakan dengan akata kata mba cerita yang mengharukan.

    [Reply]

  13. purnomosidhi Says:

    ceritanya teraSA nyata

    [Reply]

  14. kw Says:

    wah jadi sedih…..
    *menarik, meski bisa dibuat lebih menggigit :)

    [Reply]

  15. Dewi Says:

    keren ceritanya :thumbs up:

    [Reply]

  16. Outbound Malang Says:

    wah, keren ceritanyanya mbak..
    kayak cerita nyata.
    terharu bacanya mbak.
    salam kenal..

    [Reply]

  17. unggulcenter Says:

    Mana neeh @penyukeroo kemungkinan besar yang bersangkutan ga tau kalau akun twitnya digembok

    [Reply]

    phenyukerooo Reply:

    emang sengaja digembok kok kang :p

    kan aku bukan arteis , IMHO :D

    *baru nongol*

    [Reply]

  18. dw Says:

    wow.. keren nih

    [Reply]

  19. frengki Says:

    salam kenal..sukses selalu

    [Reply]

  20. msdienz Says:

    mau tulis komen, tapi speechless….

    great story….

    [Reply]

  21. phenyukerooo Says:

    salam kenal ibu @CiscaDV :)

    Saya mohon maaf kl penggembokan akun tweet saya menghambat jalannya #RantaiCerita #Seandainya ini

    namun, sebelum ikutan #RantaiCerita #Seandainya ini akun twitter saya memang di gembok :p

    padahal saya punya banyak kok akun lain yg tidak digembok ;) *then so what*

    you take my heart like Soko’s lyric
    love this :)

    maaf karena baru nongol, baru baca, baru comment :YP

    [Reply]

  22. ratihwr Says:

    Mbak @ciscaDV as always tulisannya inspiratif! sederhana & gampang dicerna,

    meski jadinya nggak menceritakan @phenyukerooo (yang notabene adalah teman SMA saya :D) seperti apa tapi jalan ceritanya tetap menarik..

    nice! ;))

    [Reply]

  23. obat herbal alami kanker rahim Says:

    soo sweet sekali postingannya

    [Reply]

Leave a Reply