#Dating 101 (oleh @CiscaDV) : Mencintai “Milik Orang Lain”

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Mencintai suami / istri, pacar atau tunangan orang lain bukanlah sebuah “kasus” baru. Dan ini sudah bukan masuk kategori “Dating” lagi sebenarnya, melainkan… #uhuk … selingkuh. Lantas bagaimana apabila kita sudah terlanjur jatuh cinta pada #uhuk… “milik orang lain”?



Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan

Mungkin suatu saat nanti
Kaupun akan mengerti
Bahwa cinta memang tak mesti
Harus bersama

-dari Syair lagu “Cinta yang Lain” (Ungu feat. Chrisye)-

Sebut saja namanya Kirana (33 thn), ia jatuh cinta (setidaknya itu yang dia pikir, saya sih berpikir kalau itu ‘lust’ and not ‘love’ but anyway….) pada Rangga (39 thn) – suami orang. Lewat email diceritakannya pada saya mengenai kegalauan hatinya mencintai seseorang yang entah sampai kapan bisa menjadi miliknya. Bisa ditebak ceritanya, ibarat bunga kemarin mekar, indah mengembang, lantas membusuk. Tinggal tunggu waktu saja.

Cinta dan kepolosan (baca : kebodohan) adalah kombinasi yang mematikan. Berdasarkan pengalaman pribadi (gak usah pada nanya ‘pribadi’-nya siapa… ); laki-laki beristri yang ingin mendekati wanita lain (selain istrinya) pasti akan beralasan dan berbuat sbb :

  1. Mengatakan bahwa rumah tangganya bermasalah (atau sedang berpisah dengan istri, tidak ada komunikasi, dll) dan selalu menempatkan diri di posisi ‘korban perasaan’. Akibatnya akan muncul empati dari yang diincar. Wanita kadang mendahulukan hati ketimbang logika. Kalau tidak beralasan seperti ini, mana bisa mendekati wanita incarannya, ini alasan yang sudah-paling the best-ultimate-to the max deh pokoknya. Hehe….
  2. Mengatakan bahwa kamu adalah orang yang berbeda, yang bisa membuat dia bahagia, yang mustinya berjodoh dengan dia tapi Tuhan berkehendak lain, dll yang membuatmu berpikir ‘Oh iya, ini tidak mungkin terjadi kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan saya, maka itu dia disini bersama saya saat ini… dia juga mencintai saya…’
  3. Manusia punya naluri berburu. Maka itu sebelum dia dapat ‘memangsa’ hatimu, dia tidak akan berhenti untuk menarik simpati dari kamu.

Satu hal yang (mungkin jarang atau kalaupun terjadi, itu jarang diwujudkan, hampir tidak pernah, malah, ya ampun lama banget penjelasan ini-red)…. adalah ucapan atau janji : ‘Saya akan meninggalkan orang yang bersama saya saat ini – secara resmi – agar saya bisa bersama kamu.’ Berani taruhan, hanya 2 dari 10 pria yang benar-benar menceraikan istrinya demi bersama dengan wanita #uhuk … katakanlah ‘wanita idaman lain’nya. Dan percayalah, proses ‘meninggalkan’ itu jarang ada yang berjalan dengan mulus bak jalan tol. Karena dalam prosesnya, ada banyak pihak yang akan ‘terlindas’ perasaannya. Apa kamu tega ‘melindas’ perasaan orang lain demi kebahagianmu? Hmm…

Bagaimana kalau itu terjadi dengan kamu? Apabila berada dalam kondisi ini, jarang kita berhenti dan berpikir ‘aduh bagaimana kalau itu terjadi dengan suami atau istri saya nantinya, sakit hatinya kayak apa ya saya?’. Saya pernah punya teman yang merasa sukses karena berhasil ‘memisahkan’ seorang suami dari istri dan kedua anaknya (catet : yang masih kecil) . Mungkin ia tampak bahagia diluar, namun di hati kecilnya, ia tahu bahwa tindakan itu salah. Dan lebih ngenes lagi pastinya karena sekarang ia ditinggal demi wanita lain. Mantabh… ratabtabtab.. dungdung…desh!


Masalahnya dengan kepercayaan (trust) dan integritas seseorang. Kalau seseorang berkata padamu bahwa ia sudah bertunangan atau menikah, tapi masih duduk disebelahmu sekarang dan menggenggam tanganmu dengan mesra, apakah kata-katanya masih bisa dipercaya? Menikah terjadi dibawah sumpah, perselingkuhan tidak. Kalau yang disumpah saja masih bisa ‘lolos’,….. Okay I will say no more…


Mau sampai kapan kamu menunggu? Apakah proses ‘menunggu’ tersebut membuatmu bahagia? Itu hanya kamu yang tahu. Yang jelas, kalau ia masih tetap bersama istri / suaminya yang sah, kamu bukanlah prioritas – melainkan sekedar ‘properti’. Banyak sahabat saya yang bilang ‘I am willing to wait as long as it takes’, yeah rite… pada kenyataannya, tidak ada yang punya waktu sampai sebanyak itu….

Saya memahami alasan mengapa hal ini terjadi, manusia bisa sampai pada titik jenuh kebosanan dalam relationship mereka (dengan pasangan resminya). Ibaratnya kamu diberi makan tempe tiap hari – pasti sekali-kali ingin makan spaghetti. Nanti kalau sudah bosan sama tempe dan spaghetti kamu akan kepingin coba lasagna dan pizza dan mie ayam dan soto dan masih banyak lagi… (lah penulis jadi laper-red). Nah supaya nggak bosen sama tempe bagaimana? Ya tempe tadi dibuat oseng-oseng, digoreng, disambal, diapakan sajalah supaya ada variasi ke si tempe tadi. Oh my God, lebih mudah berkata daripada menjalankan ya? I know I know, when you’re in love (or love and lust – paduan yang lebih deadly) semua kata-kata saya diatas akan terlihat basi.

In the end you will only hurt yourself. Saya pernah mengalami ini. Akan sangat-sangat-sangat munafik apabila saya bilang ‘sorry ya, gue sih gak pernah, kalau gue sih ogah pacaran sama suami orang, banyak yang suka sama gue tapi gue tolak dan blablabla…..pret!’ dan lantas menulis artikel seperti ini, atau sok-sok ‘memberi advice’ tanpa pernah merasakan pedihnya mencintai sesuatu yang tidak pernah bisa dimiliki. Ya, saya akui. Saya pernah menjalin hubungan asmara dengan ‘milik orang lain’. Saya tidak bangga, saya ‘kecanduan’ akan dirinya, dengan bodoh saya pikir ia akan meninggalkan istrinya demi saya, ternyata tidak, malah dia sekarang jalan sama perempuan lain… (pas mantabh sekali ya-red). Yes, Karma can be quite nasty, jadi apabila kamu tidak ingin menerima karma pada akhir perjalanan nanti…. apa boleh buat. Lepaskan saja. Bahwa cinta memang tidak harus bersama itu memang benar adanya, terserah apa kata motivator-motivator itu deh ya.

Langkah pertama yang harus diakui oleh seorang pecandu adalah mengakui bahwa dirinya kecanduan. Saya sudah mengakui ‘kecanduan’ saya terhadap dia, saya sudah belajar dari ‘kebodohan’ ini, saya jadikan pelajaran dan move-on. Hey! Butuh keberanian yang besar lho untuk mengakui ‘kebodohan’… (angkat dagu-red). Tolong tepuk tangannya untuk saya…. #eaaa #eaaa #eaaa (males banget nggak sih bacanya-red).


“All is Fair in Love and War”, bukan begitu? Ya memang benar, tapi ada juga proverb “History will repeat itself”. Sejarah akan terulang kembali. Ladies, jika ia benar mencintai kamu (love dan bukan lust yaaa…..) dia akan benar-benar meninggalkan ‘yang bersama dia saat ini’ untuk bersama kamu. Jika ia tidak melakukannya, berarti dia #uhuk… masih mencintai yang bersama dia saat ini dan baginya kamu bukan sebuah ‘love’ dan hanya ‘lust’. Bukan jaminan juga kamu akan jadi yang terakhir baginya, bisa saja dia akan meninggalkan kamu dengan kejadian yang sama. Saya bukannya nakut-nakutin kamu, tapi berdasarkan pengalaman pribadi (baik pribadi saya maupun pribadi yang lain, halah -red), inilah yang akan terjadi….

Saya tidak akan menyarankan padamu, apa yang harus kamu perbuat. Pilihan ada di tanganmu sendiri. Ibarat meminum terlalu banyak wine, sebotol, dua botol, lama-lama kamu toh akan jenuh juga – mau semahal apapun wine itu. After-taste yang menyakitkan tetap akan muncul. Nah siapkah dirimu pada saat ‘after-taste’ tadi muncul? :)

“Sometimes, people want what they cant have…
the whole forbidden fruit thing…
But let me tell you, once you eat that fruit,
it tastes sour…,” –CiscaDV’s brain-


Best of luck in love and life,
Your friend,
@CiscaDV

Photo : Jason Brooks - Hed Kandi Artworks


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

35 Responses to “#Dating 101 (oleh @CiscaDV) : Mencintai “Milik Orang Lain””

  1. depz Says:

    paragrap terakhirnya keren!

    [Reply]

  2. qurathun Says:

    first, saya apresiasi kejujuran mba cisca tentang pengalamannya (wow…butuh jiwa besar n ikhlas untuk melakukannya lho…)
    second…semoga semua cewek yang sedang mengalami syndrome kebodohan cinta dengan milik orang lain bisa membaca tulisan mba cisca ini :-)

    [Reply]

  3. aridiansetiawan Says:

    bahaya itu mbak… klo bisa jangan.

    [Reply]

  4. Tony Says:

    Yaa.. Bener bgt point 1-3 di atas.. Awal nya dia ngomong kaya gtu..ya sampai saat ini saya berhubungan dengan istri orang.. Memang capek ternyata.. Capek hati, perasaan dan pikiran.. Awalnya dia cerita seperti yg di point 1 untuk menarik empati dr saya.. Ternyata bgini toh.. Awalnya saya senang jalan degn dia walaupun jalanya kaya bgini meskipun pd akhirnya saya yg merasa dirugikan.. Dan dia kembali dengan suaminya.. Jujur aja rmang berat buat ngelupain dia.. Yah emang ini jalan yg harus di ambil oleh saya.. Walupun pelan.. Dengan baca blog ini saya jd membuka mata hati saya (meskpun blog cewe ya… Hahah- buka link dii tweeter detik) yah semoga jalan yg saya ambil ini untuk menghilang dr dia tepat walaupun dr hati saya berat untuk meninggalkan dia.. Thanks yaa atas blog ini,,, heheh

    [Reply]

  5. Dhelly Rasyid Says:

    Slm kenal mbak cisca..
    U are absolutely right..
    Saya br mengalami hal sprti ini.
    Dy bohong ke sy ttg statusny lalu saya tau kebohongannya, trus sperti yg mbak blg dy meminta empati dgn mengaku bhwa rmh tangganya dlm mslh.
    Well, sekali nya bohong akan slalu berbohong utk menutupi kebohongannya..
    Sakit memang, tp yang jelas istrinya lbh sakit hati lg.. I’m blessed..
    Suka sekali baca tulisan2 nya mbak.. tq

    [Reply]

  6. jovans Says:

    ya emang sulit bisa ngakuin kebodohan, yah met berjuang aja deh biar dpt PENGAKUAN BODOH… hehe :D

    [Reply]

  7. colourbearer Says:

    Mencintai milik orang lain?.
    Itu adalah tidak bermasalah.
    Jika anda mau sakit & sedih di hati.

    Tetapi jika ingin memiliki milik orang lain?.
    Itu adalah masalah.
    Masalahnya ada pada diri anda sendiri.
    ?.

    Masak jeruk makan jeruk?.
    Perempuan menyakiti sesama perempuan?.
    Enak kan yang pria nya dong :d.
    Joke.

    Scor kasih tips.
    Girl, Never and do not in love.
    If the love of yours,
    It’s blind.
    Cause “it” will “kill” you.

    Sekian.

    [Reply]

  8. izumi Says:

    Slam knal bwt Mbak Cisca…
    Postingan yang ngena banget, secara aq jg baru ngalamin hal serupa skitar 2 mgg lalu. Walaupun cowoknya baru tunangan, tp ttp dia bukan milik q..
    Dan y paling parah, smua belangny ktahuan bertepatan dgn ultah q.
    Kupikr itu adlh ultah ter-naas, tp trnyta stelah byk merenung itu adalh ultah terindah buat q.
    Krn ternyata Tuhan msh sayang pdku dgn membongkar smua belang dia di hari y spesial sblm aq terlanjur terperosok lbh dalam.
    *jd curhat nih^^*
    Thanks bgt…

    [Reply]

  9. suryadi Says:

    applause and thumbs up

    [Reply]

  10. asoraya Says:

    Mbak Cisca,

    Bangaimana kalau sudah terlanjur, sudah nyemplung…
    seperti saya sekarang yang sudah punya satu anak dari dia..

    pedih, perih… ga tau hrs bgmana..
    saya akui, saya bodoh dan selalu salah mengambil keputusan.. sekarang seperti berada di ujung jurang…

    [Reply]

  11. masaya Says:

    saya baru baca blog ini, terima kasih..saya dapat masukan. kebetulan saat ini saya sedang mengalami kasus seperti ini… bener sih emang susah banget ngelepasin hubungan ini, bener banget ungkapan “ketergantungan” ini.
    sekali lagi terima kasih atas sharingnya di blog ini.

    [Reply]

  12. alfadila Says:

    looooooove this very much,
    di sekelilingku lg ngetrend yg kyk gini nih mbak, ijin copas ya? please, boleh?

    [Reply]

  13. JustErna Says:

    Pengalaman saya banget Mba…sampai akhirnya saya harus berpisah dengan suami karena dia lebih memilih WILnya…

    [Reply]

  14. epril Says:

    Slm kenal ya Mba Cisca..

    Mengena & trenyuh saat baca tulisan ini..Krn ini sdg terjd didlm hdp sya..Oh GOD sya bnr2 bodoh dan buta akan cinta..Dy ingin menjadikan sya istri kedua dlm arti kata “Nikah Siri”..Status sya pun sdh menikah pny 1 anak dan saat ini sya sdg dlm proses perceraian..

    Saat ni sya hny memohon doa agar ditunjukkan jln terbaik tuk masa dpn sya dan putri sya..

    Thx Mba..

    [Reply]

  15. ayu Says:

    Dear cisca

    Membaca tulisanmu membuatku merasakan ’sesuatu’ hehehe….
    Aku juga pernah mengalami kisah seperti ini .. Namun sedikit berbumbu pemanfaatan…
    Aku tidak ada rasa sedikitpun ke dia, tapi demi kelancaran kerjaanku, aku manfaatin dia yang notabene adalah seorang duda. Dia sangat tergila2 padaku sehingga apapun yang aku minta kayaknya hampir semua diluluskannya.
    Tapi akhirnya harus aku akhiri karena aku adalah istri orang ..

    [Reply]

  16. koko Says:

    tulisan yg bagus cisca…..
    saya pernah menjalani ini selama 6 tahun, indah manis dan akhirnya pahit..
    ketika pertama bertemu saling cerita dan nyambung, curhat tentang problema masing2, mulai tumbuh rasa empaty, saling care, mulai panggil sayang, terakhir papi mami..mulai ada cemburu, ribut berantem, baikan lagi, dan ribut lg akhirnya putus..dua2nya mengalami duka yang mendalam..
    pesan moral dr tulisan mba cisca : tetap lah setia dengan pasangan anda

    [Reply]

  17. momo Says:

    well..mbk, aku juga ngalamin hal yang sama,,,yang namanya addicted bisa membuat otak n pikiran gila,,,aku sellau ingat sm dia,,tp beberapa bulan ini aku sgt sibuk jadi ga terllau keingat,,,klo dulu hampir tiap hari n tiap jam aku sellau pgn sm dia,,(yah gmn ya,,pria pertama saya)tp sy aku sadar skrg dia ga akan ninggalin istrinya demi aku..thns mbk,,sarannya..sku akan coba move-on…

    [Reply]

  18. shell Says:

    wah blog nya boleh banget niy mba,…tapi kalo di saya posisinya ke balik mba, saya yang terkhianati oleh suami yang telah memiliki WIL dan berkata “aku kok tidak bisa ninggalin DIA ya”…sakit memang mba,…tetapi knapa ya kok aku berasa suatu saat suamiku akan tersakiti oleh WIL nya itu sendiri…aku dah sering ingetin, tapi ya itu sepertinya dia udah kecanduan…hiks

    [Reply]

  19. hilda Says:

    Artikelnya jempolan nih!! Semoga teman saya yang sedang mengalami ini ikut membacanya. Teman saya sedang menunggu dengan tidak sabar proses perceraian pacarnya (suami orang), dan berharap hari valentine bisa menikahinya.

    [Reply]

  20. bams Says:

    Slm kenal ya Mba Cisca..
    semua tulisan mba benar adanya….karena saya akui saya pernah mengalaminya. sampai sekarang saya gak ngerti apa benar perasaan saya itu cinta atau apa, yang pasti sampai saat ini saya sulit untuk melupakannya bahkan selama hampir setahun setelah dia memutuskan untuk pisah. saya bersyukur karena tidak akan banyak orang yg tersakiti karena ulah saya ini.
    thanks buat tulisannya yang sudah membuka pikiran saya.

    Janganlah engkau memaksakan kehendakmu jika itu akan menyakiti orang lain dengan dalih CINTA

    [Reply]

  21. andya Says:

    seperti kata pepatah, rumput tetangga lebih hijau dr rumput dirumah.
    good post….

    [Reply]

  22. trie Says:

    membaca blognya mb cisca, itu mah pengalaman pribadi aku banget. sdh 10 th aku bersama dia, bodohnya aku sdh 2 th pacaran, akhirnya putus, karena aku tau dia sdh berkeluarga, diajak balikan lagi sm dia aku mau aja, akhirnya “jalan” lagi . sekarang tinggal aku yg susah, sdh umur bertambah terus, minta nikah gak di nikah2 in jg, cape dech, akhirnya timbul nya berantem-berantem dan berantem lagi. Cukup sudah jangan terulang lagi, mau cari yg serius aja sm aku. jangan yg sdh berkeluarga

    [Reply]

  23. di Says:

    wow!
    tulisan ini membuat banyak teman ikut share pengalamannya,ikutan yah…
    saya sedang dalam kondisi menyukai (mungkin mencintai–halahhh) namun belum sampai pada ingin memiliki “milik orang lain” ini, tapi sadar kalo he have his own obligation and they deserve to be happily ever after, and so do i, jadi sekarang sedang berusaha untuk lepas dari “kecanduan” ini, semoga saya bisa berhasil secepatnya. gul lak everyone

    [Reply]

  24. fitri Says:

    wah..ngena banget..aku skg lagi mencintai milik orang lain..and this article make me think..

    [Reply]

  25. Andi Tenrie Says:

    Tulisan bagus, banyak telah terjadi disekitar kita, malah ada perempuan tidak malu serta amat bangga telah merusak RT perempuan lain, malah pamer dan sengaja menyakiti isteri pertama, celakanya keluarga cewek gombal ini merestuinya, yah karena cowoknya sangat kokai dan demi menghidupi kehidupan mereka!!!

    [Reply]

  26. vany Says:

    Saat seseorang berhasil merebut orang lain dari pasangannya, maka org lain yg berhasil direbutnya itu pasti akan meninggalkan dia suatu hari nanti. Karena si orang yang direbut itu dengan mudah meninggalkan pasangannya untuk orang yang merebutnya, tak ada jaminan dia tidak akan melakukan hal yang sama pada si perebut.What goes around comes around!

    saia jg termasuk org yg percaya ungkapan “if you grab someone from someone else, someday others will grab yours”, mbak cisca. :)

    [Reply]

  27. Kevin Viera Says:

    amazing

    [Reply]

    viakeating Reply:

    “..The same thinking..good..” @vany

    [Reply]

  28. Rita Says:

    2 thumbs up buat mba cisca, tulisannya kerennnn ;)

    Sebenernya saya salah satu orang yg \uhuk\ sedang mencintai milik orang lain(pacar org lain) :)
    Rasanya susah sekali utk meninggalkan pria tsb. Padahal saya tahu, bahwa hubungan kami tidak akan ada ujungnya. OMG, sungguh bodohnya saya !!
    Tp saat ini saya sedang berusaha keras untuk mengakhiri hubungan bodoh ini.

    Thanks mba cisca, tulisannya sangat membantu sekali, membuka pikiran dan logika yg selama ini tertutup oleh kesenangan sementara :)

    [Reply]

  29. agus alfattan Says:

    Bagus banget mbak. Sesuai dengan pengalaman saya, tapi bedanya, saya adalah korbannya. Hehehe.
     catatansikecil.blogdetik.com

    [Reply]

  30. fadma Says:

    nbsp;dower.blogdetik.com menyukai ini.

    Mencintai isteri orang. ups salah, maksudnya ”love bukan lust ya.”

    [Reply]

  31. alfanrenata Says:

    artikel +18 ..mencoba tuk mengerti aja deh :)

    [Reply]

  32. ias Says:

    sooo agreeee lah mbk… :-)

    [Reply]

  33. Ipan setiawan Says:

    Hai kaka CiscaDV,salam kenal kakak,ini adik mu di sini :) Duh saya seneng banget bisa membaca karya kakak,saya jujur saja kak CiscaDv,mulai dari awal membaca saya terus tertawa sampai akhir bacaan,karena saking banyaknya #Uhuk.., :) memang benar kakak cinta itu tak harus selalu bersama,namun cinta itu akan terasa indah bila saling memiliki dan menyayangi ya kak? Karena #Uhuk selalu ada dimana-mana jadi kita mesti selektif juga ya memilih #Uhuk itu… :) selamat sore kakak… :) mampir juga ya kak ke blog saya :)

    [Reply]

  34. hilda Says:

    Betul tuh, suami teman saya direbut sama perempuan lebih tua dan janda mapan (suaminya dosen yg motor pun milik mertuanya), dan sekarang istrinya malah mau diceraikan demi menikahi janda kaya dan sangat modern(bak artis), yg membuat prihatin si perempuan malah pamer foto2 mesra sama suami dan ayah anaknya di FB…Dimana ya hati nuraninya padahal perempuan tersebut juga memiliki anak.

    [Reply]

Leave a Reply