#Dating101 : Painfully Possessive

Author: ciscadv  //  Category: Kata Cisca

Teman saya bilang kalau pacarmu tidak posesif kepadamu, berarti dia tidak sayang sama kamu…. Well, posesif dalam level tertentu bisa jadi lucu dan seksi, tapi kalau sudah sangat kelewatan, kita harus negosiasi.

Pacar posesif, karena dia kurang kece atau kita-nya yang kelewat kece? #eaaa

Pacar posesif, karena dia kurang kece atau kita-nya yang kelewat kece? #eaaa

Mungkin tiap tiga bulan sekali Pras (30) bisa bertemu dengan teman-teman akrabnya untuk sekedar ngopi dan ngobrol santai sepulang kerja. Waktunya cukup singkat, paling 2 jam saja sepulang kerja. Tapi selama 2 jam itu pula blackberrynya tidak bisa lepas dari tangannya. Pacarnya minta dibbm / ditelepon per 10 menit dan dengan topik yang tidak penting, yang semua bisa dijawab dengan Penting banget nggak? Bisa nanti aja khan? Dan kelihatannya Pras tersiksa sekali. Tapi dia tidak punya pilihan, dia bisa saja cuek terhadap kelakuan pacar yang menerornya sekarang tapi akibatnya waktu pulang nanti, bisa jadi di mobil akan diserbu oleh amukan dari pacarnya; dan itu akan jadi lebih males lagi, katanya.

Sedangkan Cindy (28) suka sekali hang-out dengan teman-temannya. Entah sekedar ngopi, shopping atau clubbing. Sang pacar pernah ultimatum Kamu tidak boleh pergi nanti malam, dengan alasan yang tidak jelas (dianggapnya pergi ke club adalah sebuah dosa besarrrr….hehehe). Dan bisa ditebak, malam itu Cindy malah pergi dan memutuskan untuk tidak mendengarkan ancaman pacar. Besoknya bisa ditebak. Mereka berantem besar.

Yang lebih parah lagi, kisah si Reza (38), pacarnya pernah mengarang cerita kalau dia sedang dalam masalah besar (sehingga menghabiskan energi dan pikiran Reza untuk sesuatu yang tidak jelas) dan juga pernah mengarang cerita lantas menuduh kalau Reza berselingkuh (padahal Reza tidak pernah selingkuh). Pacarnya melakukan itu untuk mendapatkan seluruh perhatian dan waktu Reza. Beberapa waktu lalu, teman-teman wanita Reza pun ikut dicemburui oleh si pacar. Saya tidak tahu kisah selanjutnya, apa sekarang Reza ini sedang dirantai dalam kandang atau bagaimana…. (hehehe….lebay-red).

Tuntutan vs. Tuntutan

Idealnya, kalau pasangan menuntut apa, kita juga harus menuntut yang setimpal, ujar (sebut saja), Mira (29 th) yang mengaku punya pacar sangat posesif. Sang pacar menuntutnya tidak boleh keluar malam diatas jam 12 pada saat weekend. Sedangkan sang pacar tidak bisa menemaninya setiap weekend karena ada kesibukan, pula sang pacar tidak kunjung menikahinya. Lha dia juga nggak bisa memberikan gue status (maksudnya dinikahi-red), kenapa gue harus tunduk pada aturan ketat yang dia berikan? Secara gue sudah dewasa dan paham mana yang baik dan buruk dari hidup gue…, ujarnya agak berapi-api.

Menurut sahabat pria saya, posesif sebenarnya adalah suatu bentuk ketidak-adilan. Dimana satu pihak bisa menuntut sesuatu kepada pihak lain, tapi pihak lain tidak berhak menuntut balik. Ini berlaku dalam keadaan apple-to-apple ya. Misalnya, Budi tidak memperbolehkan Siti pergi clubbing malam minggu. Sebagai balasannya, Siti minta Budi tidak pergi dengan teman-temannya bersepeda di hari Minggu. Budi tidak mau ngalah, karena alasannya pergi bersepeda adalah kesenangannya. Nah bagaimana dengan Siti, bukankah clubbing adalah juga kesenangannya? Dua-duanya adalah aktifitas yang membuat masing-masing senang dan masing-masing berupaya membunuh kesenangan masing-masing.

Pada saat ditanya alasan mengapa seseorang bertindak posesif, pastilah dia akan mencari pembenaran, sampai dirinya menang. Kalau alasan posesif itu jelas, tidak apa-apa, tapi kalau lebih kearah egois, dimana salah satu menuntut lebih dari pasangan tentunya nggak adil ya.

Selidiki penyebabnya

Kebanyakan temen-temen gue yang laki-laki memang dulunya rada bangsat sih, makanya sekarang suka pada posesif ke ceweknya, ujar salah satu sahabat pria saya, tentang teman prianya yang posesifnya kelewatan. Sang pacar diwajibkan untuk : berpakaian sesuai kehendaknya, wajib lapor tiap 10 menit sekali, menuntut wajib ditemani kemanapun pacarnya pergi, mengganggu acara bersosialiasi sang pacar, terlalu banyak telepon, parno berlebihan kalau pacar bakalan selingkuh, suka merendahkan pacar (mulai dari level intelektualitas dan usia, misalnya), serta tingkah laku suka membesar-besarkan hal yang kecil. Keinginan membuat si pacar takluk pada kehendaknya itulah yang akhirnya membuat ia kehilangan pacarnya karena sang pacar lantas memberontak….. (Ya sih, saya dengernya aja sudah pingin garuk-garuk kepala padahal nggak ketombean… *keluh*)

Ternyata sebab si Anita posesif abis sama gue adalah karena dari dulu dia selalu dikhianati pacar-pacarnya, ujar Donny yang tidak paham kenapa di usia 35 th Anita masih posesif dan mengekang Donny berlebihan. Ini tidak adil juga karena mustinya Anita paham kalau tidak semua laki-laki sama sifatnya dan mustinya lebih memberikan kepercayaan pada Donny. Bahwasanya kalau Donny ternyata memang rada (maaf) bajingan juga, ya mungkin Anita memang sedang sial saja, hehehe…..

Kompromi

Sebetulnya tidak ada yang tidak bisa dinegosiasikan bahkan dalam kehidupan dating sekalipun (lain kalau sudah menikah yaaa….). Kalau dalam pacaran, semua hendaknya bisa dikomunikasikan sampai ketemu dengan titik nyaman yang disepakati kedua belah pihak. Jangan menuntut pasangan yang aneh-aneh juga kalau kamu tidak mau balik dituntut yang aneh sih….hehehe.

Secara pribadi, saya lebih suka hubungan yang sangat based on trust, dalam artian kita saling menaruh kepercayaan pada pasangan dan kalau sampai dia macam-macam, tanpa ba-bi-bu selesai sudah tanpa perlu memberi penjelasan. Bukankah kita sudah pada tahap kedewasaan yang bisa membedakan mana yang baik dan benar, mana yang salah mana yang nggak dan mana yang rese dan tidak rese?

Pasti ada jiwa pemberontak dalam tiap pribadi yang merasa sedikit tertekan karena pasangannya kelewat posesif. Ibarat menggenggam pasir di tangan, apabila kita terlalu erat menggenggamnya, maka pasir tersebut akan lolos dari sela-sela jari kita tapi sebaliknya, apabila tidak digenggam terlalu erat, pasir tersebut tetap akan utuh di tangan kita… (ceile….penulisnya sedang bijak saat menulis ini, hehehe…).

Posesif karena insecure? Nggak banget......

Posesif karena insecure? Nggak banget……

Sebagai wanita, saya percaya diatas cewek kece masih ada yang lebih kece, diatas cewek yang pintar masih ada yang lebih pintar, diatas cewek seksi masih ada yang lebih seksi. Sekarang tergantung pada pasangan saja, kalau dia merasa nyaman karena kita sebagai wanita pede (dan mencintai diri kita apa adanya) dan tentu saja kalau si cowok tadi memang bukan buaya ya, hehe….. pastinya akan tetap bersama kita.

Karena mau di-posesif-in separah apapun, kalau memang pasangannya mental buaya darat-pun percuma saja, yang ada sebagai wanita kita akan terlihat sebagai mahluk paranoid yang membuat hidup pasangan menjadi ribet. Kamu nggak pingin terlihat sebagai perempuan rusuh kaaaannn……..

Kenapa disini saya bilang “Painful” adalah karena alangkah menyakitkan apabila kita harus kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi, justru karena sikap posesif yang berlebihan tadi. Rasa sakit tadi akan dirasakan bukan hanya oleh si posesif yang aktif tadi, tapi juga pada yang menjadi objeknya…. ;) #jleb #jleb #jleb ……

Posesif yang berlebihan akan membuat kamu merasa sakit sendiri (dalam artian : ya, kamu menyiksa dirimu sendiri). Posesif kalau levelnya tepat akan menjadi seksi, playful, lucu dan bikin ketawa. Kalau sudah kelebihan….well… yah, kan sudah sering dibilangin kalau segala sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik….hehehe….


Good luck in love and life!

Your friend,

@CiscaDV


Images : HedKandi artwork

vienafair360(1)

vienafair3

advienafair4


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

46 Responses to “#Dating101 : Painfully Possessive”

  1. yoszca Says:

    Wew…Artikel ini disponsori oleh SOGO..ajibbb :D

  2. Leo Marden Says:

    Well.. Yang repot itu kalau sikap posesif sudah berkembang menjadi kekerasan verbal/fisik..
    Tega menyakiti pasangan dengan mengatasnamakan cinta.. Heeeeeh.. *menghela.nafas

    Hm.. Artikelnya inspiratif Kak Cisca.. Seneng bacanya.. :)

  3. Nella Says:

    Posesif = sakit jiwa kali ya?? :D

  4. yanti Says:

    artikel yang bagus ..

  5. Obat Herbal Infeksi Saluran Kemih Says:

    sipp,,,setuju banget deh,,,posesif itu tidak adil buat satu pihak,,tapi pasti ad penyebabnya,,,
    saling memahami kalo saya,,heheh

  6. celana jeans legging Says:

    nice post.. salam sukses

  7. obat herbal alami kanker rahim Says:

    ok mbak
    semuanya sudah jelas dibca sama aku dan memang benar seklai sesuatu yg berlebihan tidak akan enak

  8. obat herbal glaukoma Says:

    pastinya,,,,
    memang benar sekali sesuatu yang sangat berlebihan sangat tidak di anjurkan,,,,

  9. i2sariah Says:

    haduh, suamiku Possessive tapi ada hikmahnya juga dibalik semua itu…
    artikel yang bagus mbak, salam kenal.

  10. Okto Says:

    Meskipun blog saya tentang tips2 ngeblog, tapi blogger kan punya pengalaman dalam menjalin hubungan hehe …

    Saya suka sekali dengan kalimat pembuka … posesif dalam level tertentu bisa jadi lucu dan seksi, tapi kalau sudah sangat kelewatan, kita harus negosiasi.

    Kuncinya ya negosiasi. Akan lebih mudah jika kita dalam posisi masih pacaran tapi ketika sudah berada dalam status pernikahan, pergi bukanlah keputusan yang bijak … kita harus negosiasi dengan pasangan hidup.

    Perbaikilah emosi dan cara komunikasi kita agar pasangan kita dapat menerima apa keinginan kita dan jangan lupa, jika ingin mendapatkan hasil negosiasi yang baik perhatikan ilmu “take and give”.

    Negosiasi tidak akan sehat jika hanya dominan pada tuntutan salah satu pihak.

  11. toko online Says:

    bisa aja nih nulis artikelnya. keren keren

  12. Manda Says:

    Dear Mbak Sisca,

    Tulis dong mengenai..cara memperlakukan atau bersikap terhadap seorang, pecinta wanita, don juan, buaya…harus diapain nih kalo ketemu pria yang beginian..

    thnaks banget

  13. ione day Says:

    interestng

  14. andi Says:

    asal tau sama tau aza…

    jalin komunikasi dengan baik pasti akan damai. peace

  15. Bunga Says:

    Banyak hal yang harus bisa jalan bersama dengan pasangan cinta kita. Ini bukan perkara mudah tapi butuh pengorbanan yang menuntut waktu dan materi tentunya. Tapi perkara posesif adalah sebuah perkara wajib dalam urusan cinta

  16. Jimmy Says:

    Setuju sekali..trust and see..ngak usah terlalu usah over posesif..kata pepatah kalo emang jodoh ngak bakal kemana..
    salam

  17. i2sariah Says:

    yang kayak gitu mah di gigit aja… trus buang ke comberan hehehe

  18. andiy Says:

    that’s great !

  19. g3n1k Says:

    nikah membuang semua ‘galau’, ‘possesive’, ‘childish’,
    kenapa orang mau buang2 waktu dengan pacaran … bodoh

  20. badagwae Says:

    kalo posesif artinya pasangan ngak pede, *maaf* agak kerdil.

    posesif bukan sayang = itu justru ketakutan,

    kembali ke personal masing2,justru yang possif perlu di curigai :D

  21. angelababy Says:

    Seperti artikel pertama anda

    http://www.candiny.lt

  22. she Says:

    sukaaa bgt semua artikel nya kak ciska…inspiratif dan membuat pikiran kita terbuka, klo jadi cewek itu punya pilihan dan harus cerdas…. tulis terus ya kak….;)

  23. rizal Says:

    setuju banget sama yang ini
    hubungan yang sangat based on trust’

    http://opalcellok.blogspot.com/

  24. gusti pawana wijaya Says:

    Setuju Mbak Cisca. bner banget tuh semuanya.

  25. obat herbal kanker otak Says:

    posesif dalam batasan yang wajar boleh aja

  26. jasa seo Says:

    kerennnn..

  27. viera Says:

    posesif karna mantan pacar kita yng msh mengejar dan mengharapkan pacar kita .. posesif karna harus menerima kenyataan kalau sang pasangan harus tetap berhubungan dengan sang mantan karna mrka pernah punya anak .. :’( parno, takut ato apapun itu pastii , tapi cape jg dengan smuanya .. pengen bisa ga posesif ,, mlah pengen bisa pisah dan lupain smuanya tpii ga bisa .. karna basicly msh saling sayang .. tapi emng hubungan kayak gni ga sehat.. cape hatii .. dia cape krna ga buat ap2 tapi di posesifin .. sy jg cape karna parno dan sakit hati mulu karna ulah mantan nya itu .. pdhal jelas2 mrka pisah karna mantan nya itu yang selingkuh depan mata pcar ku .. dan jelas2 dia tau pcarku itu ga mngkin kembali sm dia krna mrka banyak perbedaan termasuk agama .. mkanya mrka bertahan sekian lama tnpa ikatan resmi ..skrng stlah aku mau buka lembaran baru dengan pcarku .. menerima msa lalu nya apapun itu .. tapii msh aja di ganggu .. gimana aku bisa percaya dan mutusin mau nikah dengan pcar ku klu aku tau hal ini akan trus jadi mslah smpe kapanpun .. pliss help me .. :( .. btw artikelnya keren bgt ..

  28. rihmawandi Says:

    Salam sukses.., selalu…

  29. batu rekso Says:

    nbsp;baturekso.com
    indahnya bisa dicintai orang lain
    karenanya jaga rasa mencintai dan dicintai
    :D :D :D

    gak nyambung yah…

  30. mas agus Says:

    wow …kereeen…..

  31. ione day Says:

    Love u mba cisca, tulisan anda membuat saya jatuh cinta. . AwW!

  32. pesanseragamkantor Says:

    Posesif Perlu di Minimalisir, Komitmen dan Konsistensi yang perlu di jaga.
    Nice Article Kak. dari : http://pesanseragamkantor.blogdetik.com

  33. Ipan setiawan Says:

    waw…keren kak cisca setiap postingannya selalu memberikan pesan yang informatif dan inspiratif,salam sukss kakak :)

  34. sistimcerdas Says:

    Betul sekali diatas yg kece masih ada yg kece,mantap nih artikel yg menarik.

  35. hdtv Says:

    waw keren artikel nya ,,

  36. neopujangga Says:

    Misi berkunjung..
    Hmmm blog yang menarik.
    Postingannya juga bagus, bloggernya cantik pula..
    ?———————**************———————–?
    Visit too My Blog

  37. purnomosidhi Says:

    Yang jelas possesive dan cemburu itu menggerogoti pikiran dan membuang energi.

  38. putra95 Says:

    ya klo udh ga nyaman cari pacar yg baru aja kak hehehe.Tolong bantu baca blog saya y kak
    ,thx.

    http://putra95.blogdetik.com/2012/04/02/kuis-twitter-yang-nyampah-menunjukkan-hilangnya-kreativitas/

  39. JUAL BAJU COUPLE MURAH Says:

    Komunikasi, Keterbukaan dan Kejujuran sebagai syarat-syarat dalam sebuah hubungan yang harmonis dan langgeng. Ketiga faktor diatas tidak bisa dipisahkan. Harus lengkap. Tapi ada satu hal yang menurutku paling penting, Kenyamanan. Di mana, kita bisa terasa tentram, damai dan tidak tertekan. Jika ketiga faktor di atas bisa dijalankan secara sempurna, maka api cemburu bisa diredam dengan mudah dan setiap pasangan pasti akan saling menghargai perasaan masing-masing.

    Lemari Cinta
    Membuat Kamu dan Doi Selalu Tampil Beda Dalam Setiap Suasana

  40. pajenk Says:

    wow..artikel yang menarik,,

  41. mytronik Says:

    artikel bagus, ijin baca gan..

  42. mimisuhaimi Says:

    pasanganku posesif bgt.. di awal hubungan terasa stressfull , solusinya aku cerita detail kegiatanku kemana.. sama siapa..
    it’s work. aku bisa beraktifitas dan pasanganpun tenang..

  43. minimini Says:

    pasanganku cuek.. kadang malah seneng kalo dia tiba-tiba posesif.. :D

    *eh ini mbaknya blognya cantik, orangnya juga cantik ya.. * :)

  44. pulsa Says:

    yah klo masing2 saling nunjukin egonya, yah… gitu deh…..

  45. dea Says:

    asli, bener sesuai dengan apa yg di present, sekali liat artikelnya langsung kena “heart-share”nya

  46. orizasatipa Says:

    Artikel yang menarik nih…….

Leave a Reply