#Dating101 : ‘Keponesia’ - Sebuah Moral Kombat

25 Oct 2012

“Apakah kita wajib memberitahu sahabat kita apabila kita mengetahui kalau pasangannya berselingkuh?,” adalah pertanyaan peperangan batin alias moral kombat yang dikirimkan oleh beberapa pembaca blog saya.

Thank you for reading! xoxo, @CiscaDV

Thank you for reading! xoxo, @CiscaDV

Gejala Keponesia

Kepo adalah bahasa masa kini yang erat hubungannya dengan mau tahu saja atau mau ikut campur urusan orang saja. Nah kalau gejala susah tidur namanya insomnia dan lupa ingatan namanya amnesia, maka gejala doyan kepo disini saya namakan keponesia™. Waktu SD dulu, apabila ada teman kamu yang mengadukan perbuatan kamu (misalnya kamu mencontek di kelas) pada Bu Guru, apakah kamu menyukai temanmu itu? Tentu tidak. Same thing here. Tidak pernah ada yang menyukai seorang pengadu, walau yang diadukannya itu hal yang benar.

Saya sangat memegang teguh prinsip cuek is the best dan tidak mau ikut campur urusan orang lain kecuali diminta, maka itu untuk pertanyaan haruskah kita bilang pada teman kita kalau pacar atau suaminya selingkuh saya akan berkata Tidak, karena itu bukan urusanmu, (iya kalau selingkuh beneran, kalau bukan bagaimana?-red). Anyway, beberapa pertimbangan saya adalah :

  1. Sudah siapkah kamu kehilangan sahabat? Kamu bisa dipecat jadi teman apabila temanmu tidak mempercayai omonganmu, atau malah parah, kamu dituduh memfitnah (padahal memang benar dia selingkuh tapi orang kan sukanya berpura-pura jadi korban dalam proses denial tersebut, hehehe..)
  2. Kamu bisa membuat seseorang kehilangan pekerjaan, pacar, keluarga (anak dan istri), kepercayaan dan nama baik. Seorang pembaca yang bertanya apa yang harus dilakukan karena ia tahu suami teman baiknya berselingkuh dengan rekan kerja kantornya (wanita ini satu kantor dengan suami temannya itu) saya sarankan tidak usah bilang pada istri temannya nanti juga tahu sendiri. Kenapa? Bayangkan kalau HRD memberikan SP (surat peringatan) pada suaminya (karena kebanyakan kantor melarang pacaran satu kantor apalagi berzinah, hehehe-red) atau keluarga temannya itu bertengkar dan akibatnya bercerai dan si pelaku perselingkuhan akhirnya kehilangan istri dan anak kasihan juga khan.
  3. Belum tentu pasangannya tidak tahu. Banyak orang yang sudah tahu jelas bahwa pasangannya selingkuh tapi memilih untuk pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu (berdasar prinsip : Asal dia masih pulang ke rumah kami baik-baik saja). Dan membuka aib seperti itu hanya akan menyakiti perasaan seseorang saja. Saya yakin, sekuper-kupernya seorang ibu rumah tangga, tidak mungkin dia tidak ada insting kewanitaan yang untuk tahu bahwa suaminya selingkuh. Tanpa anda harus memberitahunya ibu rumah tangga adalah salah satu tipe detektif wanita terbaik lho.
  4. Kita sendiri bukan orang suci. Apa point ini perlu dijelaskan? ;)
  5. Banyak cara untuk memberitahu seseorang tanpa harus mengirim penyataan yang jelas. Ahem! Disini seseorang dituntut untuk pandai dalam memberi : kode, sinyal atau petunjuk pada target. #halah

KEPONESIA2

Aturan : If Asked Directly Tell The Truth dan œNever Kill The Messenger

Ini adalah salah satu prinsip yang memperbolehkan kamu untuk akhirnya bilang pada si korban (sahabatmu yang tahu bahwa pasangannya berselingkuh), apabila sahabat anda bertanya apa benar pasangannya selingkuh, berdasarkan prinsip : apa boleh buat. Berarti dia sudah siap mendengar kejujuran (walau pahit).

Bayangkan apabila anda berada dalam posisi dia dan bertanya apa suamiku atau istriku selingkuh dan teman-sangat-dekat anda itu tahu yang sebenarnya tapi tidak mau bilang. Alangkah pahitnya (coret dia dari daftar teman! Hehehe) . Beritahu dia apa yang anda ketahui, jangan dikurangi atau ditambah. Tapi satu hal yang harus ditaati oleh teman anda, yaitu Never Kill The Messenger. Pelaku selingkuh akan bertanya darimana pasangannya mendapat info kalau dia kedapatan berselingkuh, dan bisa ditebak apabila dia bilang saya tahu dari si anu™, betapa kasihannya nasib si anu, bukan dia yang salah, dia bermaksud baik, kejepit pula. Never ever, ever ever ever, kill the messenger.
KEPONESIA3

Saya akan sakit hati apabila saya tahu kalau teman saya mengetahui kalau pasangan saya selingkuh, tapi tidak mengatakannya kepada saya, ujar sebut saja Cindy yang baru tahu bahwa Erik, tunangannya berselingkuh dan temannya (Diana) mengetahuinya tapi tidak bilang kepadanya. Nah ini harus ditinjau case by case. Keputusan apakah Cindy tetap akan mempercayai Diana sebagai teman tentunya ada ditangan Cindy. Diana sih cuek. Karena dia berpikir : was none of my business, saya tidak pernah menyetujuinya, tapi juga tidak peduli. Kita sama-sama dewasa dan tahu konsekuensi dari setiap perbuatan.

Intinya, semua harus dilihat per kasus……………………
KEPONESIA4
Apabila Terlanjur Keponesia

Seorang pembaca wanita bercerita, dia memberitahu bahwa adik suaminya berselingkuh dengan rekan kerjanya. Dan suaminya malah lebih membela adiknya (daripada dia) dan adik suaminya pun kini berlaku bitchy padanya (ya jelas, masa iya malah berterimakasih?! Hahahaha.). Semua akibat keponesia dan dia menyesal karena kalau waktu bisa diputar, toh suatu saat aksi adik suaminya itu akan ketahuan juga, walau tidak harus dari mulut dia.

Dibenci karena melakukan hal benar itu sudah biasa. Tidak semua pahlawan mendapatkan tanda jasa. Tidak semua perbuatan baik mendapat ucapan terimakasih. Apabila kamu menjadi korban akibat gejala keponesia ini, yakinlah bahwa kamu sudah melakukan hal yang benar. Statement seperti perselingkuhan yang ditutupi dengan rapi tidak akan membubarkan pernikahan™ adalah statement yang dibuat oleh mereka yang doyan selingkuh saja.

Ingatlah bahwa maling tidak suka kalau miliknya di-malingin artinya tidak semua orang yang selingkuh (dan yang menjadi pasangan resmi dari si peselingkuh ini) suka kalau urusannya dicampuri. Dan saya yakin problem kamu juga sudah ada porsinya, baiknya sih jangan mengambil porsi problem orang lain. Jangan kepo! Hehehe

Good luck in love and life!

xoxo,

@CiscaDV
KEPONESIA6


TAGS


-

Author

Follow Me